facebook twitter rss

TELEVISI DIGITAL: Semua Boleh Masuk!

Linda Tangdialla Selasa, 21/02/2012 13:38 WIB
JAKARTA: Menkominfo Tifatul Sembiring berjanji akan membuka peluang usaha seluas-luasnya bagi penyelenggaraan televisi digital, tak sebatas pada lembaga penyiaran swasta saja. “Tidak benar pemerintah tidak membuka kesempatan luas bagi perusahaan yang berminat ikut dalam tender televisi digital,” ujarnya kepada Bisnis hari ini. Logikanya, lanjut dia, untuk Jabodetabek izin TV analog sudah lama ditutup, sudah ada 12 televisi lama. Dengan adanya digital, maka dibuka peluang untuk 72 saluran bagi yang berminat. Menurut dia, kesempatan terbuka bagi siapa saja untuk usaha televisi digital. “Kok dituduh menutup peluang?” Tifatul mengungkapkan semua pemain baru atau lama harus membangun infrastruktur baru, sama-sama berangkat dari awal. Menurut dia, anggaran untuk membangun 1 mux (sejenis antenna) televisi digital cukup besar, yaitu sekitar Rp20 miliar, jadi pengusaha konten (channel TV) menyewa kepada pemilik mux. “Pemerintah hanya menetapkan biaya maksimum penyewaannya.” Menanggapi desakan sejumlah kalangan agar tender ditunda supaya makin banyak peserta yang boleh ikut, Tifatul belum memastikan kapan waktu pelaksanaannya. “Saya harapkan April sudah terlaksana. Untuk izin siaran TV digital silakan diproses sesuai prosedur dari bawah, dan dibuka Kemenkominfo sampai 2018.” Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia  Pusat Judhariksawan menilai penerapan digitalisasi penyiaran dari sistem analog berpotensi menimbulkan monopoli dan oligopoli dalam industri penyiaran. Dalam Permen no. 22 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan TV Digital Terestrial Penyiaran Tetap Tidak Berbayar, Kemenkominfo menetapkan Lembaga Penyiaran  Penyelenggara Penyiaran Multipleksing diperbolehkan menguasai multiplek lebih dari satu zona siaran. “LP3M adalah lembaga penyiaran eksisting yang memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran. Berarti yang terbuka peluangnya untuk menjadi LP3M itu hanyalah Lempaga Penyiaran Swasta yang punya IPP, dan mereka adalah para pemain pasar itu sendiri,” ujar Judhariksawan. Judhariksawan menjelaskan bahwa Lembaga Penyiaran Penyelenggara Program Siaran boleh memiliki satu dalam satu zona atau dapat memiliki satu bagian dari LP3M di zona lain. Oleh sebab itu, Judharisksawan berharap ada regulasi yang mendukung digital TV sehingga bisa melindungi semua, baik pemerintah, perusahaan siaran lain maupun masyarakat. (Jibinews/Bisnis/lt)  

Editor: Linda Tangdialla

KOMENTAR