facebook twitter rss

SIAPA 5 PENGUSAHA TERKAYA Indonesia?

Nancy Junita Selasa, 12/06/2012 09:32 WIB
Robert dan Michael Hartono/Jibiphoto
Jibiphoto
Robert dan Michael Hartono

Abdalah Gifar

JAKARTA: Majalah ekonomi terkemuka dunia Forbes kembali memaparkan daftar orang terkaya di dunia pada 2012. Sebanyak 1.226 pengusaha masuk dalam jajaran top dunia dan berhak menyandang predikat orang kaya baru.

Pengusaha Indonesia, tak lepas dari daftar para taipan kaya dunia tersebut. Forbes setidaknya menemukan 17 pengusaha nasional yang layak masuk Forbes 2012. Berikut ranking lima besar asal Indonesia yang masuk jajaran orang terkaya di dunia.

1. Robert Budi Hartono  (US$6,5 miliar)

Posisi puncak pengusaha Tanah Air yang masuk dalam daftar Forbes pada 2012 ini masih ditempati R Budi Hartono,71. Dia mengantongi kekayaan hingga US$6,5 miliar (Rp58,5 triliun). Pengusaha yang besar di bisnis perbankan dan rokok ini berada berada di posisi 146 dunia.

Robert Budi Hartono adalah pemilik dari salah satu perusahaan rokok kretek terbesar di Indonesia, Djarum. Robert adalah anak kedua dari Oei Wie Gwan, pendiri Djarum. Kakaknya bernama Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang.

Pada 23 November 2011, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan US$14 miliar. Pada Juli 2007, majalah Globe Asia menyebut Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$4,2 miliar (sekitar Rp37,8 triliun).

Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51% saham BCA. Mereka pun memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti salah satunya Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

2. Michael Bambang Hartono  (US$6,3 miliar)

Menguntit di belakang Budi Hartono, adalah kakak kandungnya, Michael Hartono,72. Sama seperti saudaranya, Michael juga memperoleh kekayaan dari bisnis perbankan dan rokok dan dengan nilai US$6,3 miliar.

Michael berada di posisi ke 157 daftar Forbes 2012. Michael Bambang Hartono adalah salah seorang pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, Djarum. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

3. Low Tuck Kwong  (US$3,6 miliar)

Di posisi ketiga, peringkat teratas pengusaha Indonesia dalam daftar Forbes 2012 adalah Low Tuck Kwong,63. Pengusaha di bisnis pertambangan batu bara ini berada di peringkat 304 dunia dengan total kekayaan mencapai US$3,6 miliar.

Pria ini terlahir di Singapura serta ikut bisnis konstruksi orangtuanya hingga usia 20 tahun. Namun, kemudian pindah kewarganegaraan jadi warga Indonesia. Dia dikenal sebagai raja batu bara Kalimantan.

Low Tuck Kwong memulai bisnis di Indonesia pada 1973 ketika dia membentuk perusahaan konstruksi yang khusus menangani pekerjaan umum, konstruksi bawah tanah, hingga konstruksi di laut. Perusahaan konstruksi sipil ini kemudian mendapatkan kontrak batu bara pada 1988.

Lima tahun setelah berganti kewarganegaraan Indonesia, pada November 1997, Low Tuck mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasapratama yang memiliki tambang dan mengoperasikan terminal batu bara di Balikpapan sejak 1998.

Sejak itu, sejumlah konsesi baru diakuisisinya hingga resmi membentuk perusahaan induk yang dikenal dengan PT Bayan Resources. Sejak 2001, Bayan Group rata-rata menambah satu konsesi dalam portofolio perusahaan.

4. Martua Sitorus  (US$3 miliar)

Pengusaha yang mengandalkan bisnis perkebunan kelapa sawit, Martua Sitorus,52, menduduki peringkat 377 Forbes 2012. Total kekayaan pengusaha pemilik bisnis Wilmar ini mencapai US$3 miliar. Di dunia bisnis nasional Martua Sitorus tak banyak dikenal.

Pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara ini sempat menyandang orang terkaya di Indonesia ke-7 pada 2007 dan ke-14 pada 2006 versi Forbes. Meski berkebangsaan Indonesia, dia saat ini tinggal di Singapura sambil memimpin semua bisnis-bisnisnya.

5. Sukanto Tanoto  (US$2,8 miliar)

Pada posisi tertinggi kelima pengusaha Indonesia dalam daftar Forbes 2012 adalah Sukanto Tanoto,62. Pengusaha yang bergerak di berbagai aneka bisnis ini memiliki kekayaan hingga mencapai US$2,8 miliar.

Dia ada di peringkat 418 dunia. Sukanto Tanoto adalah CEO Raja Garuda Mas, sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Singapura dengan usaha di berbagai bidang, terutamanya kertas dan kelapa sawit. (JIBI/nj)

Editor: Nancy Junita

KOMENTAR