facebook twitter rss

BUNGA MELATI Tembus Rp23.000/Kg, namun Tak Semua Petani Menikmati

Nancy Junita Rabu, 08/08/2012 11:57 WIB
Ilustrasi bunga melati/Jibi Photo
Jibi Photo
Ilustrasi bunga melati
Newswire BATANG— Harga bunga melati di pusat penjualan bunga Kabupaten Batang, Jawa Tengah menembus Rp23.000 per kilogram atau naik Rp10.000 hingga Rp.12.000 per kilogram. "Selama dua bulan terakhir ini, harga melati terus bergerak naik hingga menembus Rp23.000 per kilogram," kata Kepala Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Kamarto, di Batang, Rabu (8/8). Menurut dia, kenaikan harga melati ini kemungkinan dipicu karena banyak tanaman melati tidak berbunga sehingga pasokan produksi turun. Desa Depok, katanya, merupakan salah satu produsen bunga melati terbesar di Kabupaten Batang karena hampir sebagian besar warga menanam tanaman yang bunganya menghasilkan bau harum itu. Menurut dia, kenaikan harga tersebut tidak sepenuhnya dinikmati para petani karena produksi bunga melati turun akibat musim kemarau. "Para petani memang tidak bisa berbuat banyak mengatasi turunnya produski bunga melati karena yang dihadapi adalah faktor alam," katanya. Ia mengatakan selama ini para petani melati menjual hasil panennya pada agen eksportir dan pemilik pabrik teh. "Akan tetapi, para petani lebih senang menjual ke pabrik teh karena harganya cukup tinggi dibanding pada agen eksportir. Hanya saja, jika petani tidak memenuhi target yang diminta pemilik pabrik maka harga melati ditentukan dengan menggunakan harga kesepakatan semua pabrik teh," kata Kamarto. Ia berharap pemerintah kabupaten (pemkab) dapat membantu kesulitan para petani saat memasuki musim kemarau karena banyak tanaman melati yang kekurangan air. "Kami berharap pemkab bisa membangun sumur artetis di desanya sehingga para petani bisa terbantu mendapatkan air untuk mengairi lahan tanaman melati," tambahnya. (Antara/nj)

Editor: Nancy Junita

KOMENTAR