facebook twitter rss

POS PESANTREN: PT Pos Layani Pesantren NU Seluruh Indonesia

Saeno Rabu, 29/05/2013 12:18 WIB
Ilustrasi/Antara
Antara
Ilustrasi

Newswire

KABAR24.COM, BANDUNG -- Jaringan pesantren menjadi pasar yang disasar PT Pos Indonesia dalam mengembangkan layanannya.

Terkait itu, PT Pos Indonesia dan Pengurs Besar Nahdlatul Ulama menandatangani nota kesepahaman terkait dengan pemanfaatan jaringan pondok pesantren NU di seluruh Indonesia sebagai jaringan layanan pos.

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan oleh Dirut PT Pos Indonesia I Ketut Marjana dengan Ketua Umum PB NU KH Said Agil Siradj di Kantor Pos Pusat PT Pos Indonesia di Jalan Cilaki Kota Bandung, Rabu (29/5).

Kegiatan kerja sama tersebut itu disaksikan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna.

Dengan nota kesepahaman itu, ke depan PT Pos Indonesia akan memanfaatkan jaringan pondok pesantren berbasis NU di seluruh Indonesia yang akan dijadikan mitra dan jaringan kantor pos.

"Keterlibatan NU dan pesantrennya dalam kerja sama layanan Pos ini akan memudahkan berbagai transaksi kiriman dokumen, transaksi keuangan dan bisnis Pos Indonesia lainnya melalui pesantren," kata I Ketut Marjana.

Dia berharap sinergitas dengan PB NU tersebut menjadi terobosan bisnis Pos Indonesia sekaligus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Ketua Umum PB NU KH Said Agil Siradj menyambut baik kerja sama dengan PT Pos Indonesia yang menurut dia kedua pihak memiliki kekuatan dan potensi di bidang masing-masing.

"Pos Indonesia dan NU sama-sama milik bangsa, milik rakyat, bukan kaki tangan siapa-siapa. Kita kekuatan rakyat yang harus terus diperkuat di posisi masing-masing," kata Said Agil Siradj.

Saat ini terdapat 21.000-an Ponpes NU, 800.000 masjid yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Selain itu juga terdapat 6.000-an majelis wakil cabang, MWC, di tingkat kecamatan.

"Kerja sama ini sangat positif dan baik, akan ada keuntungan bagi kedua belah pihak yakni keuntungan pengalamanan dan edukasi juga keuntungan materi yang akan dicapai tulus ikhlas," kata KH Said Agil Sirad. (JIBI/Antara/mfm/sae)

Editor: Saeno

KOMENTAR