facebook twitter rss

PENDAFTARAN MASUK SMP: Sekolah Favorit di Medan Diserbu

Linda Tangdialla Minggu, 10/06/2012 10:37 WIB
Master Sihotang MEDAN: Sejumlah sekolah favorit di Medan sudah diserbu para orang tua murid untuk mendaftarkan anak mereka. Beberapa Sekolah Menengah Pertama di Medan sudah banyak yang menutup pendaftaran siswa baru karena keterbatasan daya tampung. Sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan Katolik seperti Yayasan Santo Thomas, Seri Amal, dan Budi Murni sebagian malah sudah menutup pendaftaran penerimaan siswa baru. SMP Cahaya Medan di bawah naungan Yayasan Seri Amal, misalnya,  seminggu lalu sudah melaksanakan test masuk SMP dengan menampung sekitar 200 siswa. Dari sekitar 400 siswa yang mendaftar yang diterima hanya untuk lima kelas. Pengumuman pemenang  sudah dilakukan dan pendaftaran siswa berakhir Sabtu 9 Juni 2012--hari dimana pengumuman kelulusan SD dilaksanakan di seluruh Tanah Air. Sinurat, Kepala SMP Cahaya Medan, mengatakan pendaftaran ulang siswa yang dinyatakan lulus sudah ditutup Sabtu 9 Juni 2012. “Tidak ada siswa yang sudah diumumkan masuk SMP Cahaya yang mengundurkan diri.” Demikian juga SMP Santo Thomas 1 dan 2 Medan. Sementara itu, orangtua murid di SMP Cahaya Medan mengakui berjuang untuk memasukkan anaknya ke sekolah itu karena SMP Cahaya terkenal disiplin dan mutunya bagus. “Saya tinggal di Perumnas Simalingkar. Tapi anak saya ngotot harus ke SMP Cahaya,” ujar seorang ibu. Dia mengakui anaknya masuk dalam 20 orang yang diumumkan sebagai cadangan jika ada yang dinyatakan lolos ujian masuk tiba-tiba mengundurkan diri. Malahan seorang ibu bersama anaknya tampak menangis keluar dari ruangan pendaftaran ulang karena sudah tutup. “Anak saya sudah tidak bisa masuk walaupun menang testing penerimaan siswa baru. Saya harus ke sekolah lain,” ujar ibu yang buru-buru pergi itu. Selain sekolah di lingkungan Katolik, sekolah yang dikelola oleh Yayasan Methodis Medan juga menjadi incaran para orang tua murid. SD Methodis 1 Medan, misalnya. “Nanti kalau tidak segera didaftarkan susah cari sekolah favorit,” tutur Mala, ibu dua anak. Dia mengatakan kalau anak harus ditempa bagus pada tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Nanti setelah SMA, kata dia, baru bertarung  masuk SMA negeri untuk memudahkan masuk ke jalur perguruan tinggi negeri. (JIBI/hl)

Editor: Linda Tangdialla

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR

comments powered by Disqus