facebook twitter rss

UN SD 2013: Polisi dan Tentara di Mukomuko Dititipi Soal Ujian

Saeno Sabtu, 27/04/2013 15:29 WIB
Ilustrasi/Antara
Antara
Ilustrasi

Newswire

KABAR24. MUKOMUKO -- Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar akan berlangsung pada 7 hingga 9 Mei mendatang.

Di wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, penitipan soal ujian juga dilakukan kepada aparat kepolisian dan tentara yang bertugas di wilayah terpencil. 

Mereka adalah personel tentara yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa dan aparat kepolisian pemangku fungsi Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban masyarakat.

Sementara itu, sebanyak 3.520 siswa SD/MIN/MIS di Kabupaten Mukomuko, yang masuk dalam daftar nominasi tetap, dinyatakan siap mengikuti ujian nasional tersebut.

"Pada dasarnya siswa SD kita sudah siap sejak awal, dan sebanyak 3.520 siswa SD itu masuk dalam daftar nominasi tetap atau DNT," kata Ketua Ujian Nasional Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Mukomuko, Apani, Sabtu (27/4).

Ia menyebutkan, sebanyak 3.520 orang peserta yang siap mengikuti UN sekitar dua minggu lagi itu tersebar di 115 SD Negeri dan 15 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri dan MI swasta di daerah itu.

Sekolah itu, kata dia, tidak hanya berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera tetapi juga banyak yang berada di desa terpencil atau setiap desa terpencil itu ada SD Negeri.

"Jika SMA lebih banyak berada di sepanjang jalan, begitu juga dengan SMP, namun SD banyak di desa terpencil," kata Apani.

Sehingga, kata dia, lokasi untuk penitipan soal UN SD tidak hanya di Markas Kepolisian Sektor dan Pos Polisi saja tetapi ada juga di Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Babinkamtibmas, dan Bintara Pembina Desa, Babinsa.

"Kalau SMA hanya Mapolsek saja, begitu juga dengan SMP bertambah lokasinya di Pospol, namun lokasi untuk penitipan soal UN SD bertambah lagi di Babinkamtibmas dan Babinsa di desa terpencil," tambahnya.

Ia menjelaskan, soal UN dititipkan di Babimnkamtibmas dan Babinsa karena akses menuju desa yang ada SD Negeri yang menyelenggarkan UN sulit untuk dijangkau dan jauh dari desa lain.

Untuk itu, lanjutnya, diambil keputusan untuk menambahkan jumlah lokasi penitipan soal UN SD untuk mempermudah distribusi soal ke SD Negeri penyelenggara UN di wilayah desa terpencil.

"Pengawasan tetap dilakukan guna mencegah jangan sampai soal UN SD itu bocor," tambah Apani.

Sementara itu, dua SD dan satu SDLB Negeri di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tidak menyelenggarakan ujian nasional pada 2013 di daerah itu sebab siswanya tidak ada yang kelas VI.

"Sekolah itu baru berdiri dan menerima siswa di daerah ini, jadi siswanya hingga sekarang belum ada yang kelas VI," kata Apani.

Namun, ia memastikan, pada UN tahun 2014 tiga sekolah itu telah menyelenggarakan UN sendiri.

Ia menyebutkan, di daerah itu ada 117 SD dan satu SDLB Negeri, dari sebanyak itu hanya dua SD dan satu SDLB Negeri yang belum menggelar UN.

Sementara tingkat SD sederajat yang menginduk UN ke sekolah lain, kata Apani, yang berada di bawah Kantor Kementerian Agama setempat yakni Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta.

Namun, pihaknya tidak hapal jumlah dari sebanyak 15 MIN/MIS yang menginduk ke sekolah lain.

"Setahu saya MIS yang menginduk ke sekolah lain, sedangkan MIN yang siswanya kurang juga menginduk UN," tambah Apani. (Antara/sae)

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR

comments powered by Disqus