facebook twitter rss

Hebat, 2 Anak SD Ini Mampu Ciptakan Detektor Banjir

Rahmayulis Saleh Senin, 02/12/2013 12:19 WIB
Dua orang siswa SD Al Azhar 13 Rawamangun menata alat detektor banjir karya sains mereka./Kabar24.com-Rahmayulis Saleh
Kabar24.com/Rahmayulis Saleh
Dua orang siswa SD Al Azhar 13 Rawamangun menata alat detektor banjir karya sains mereka.

Kabar24.com, JAKARTA – Masalah banjir ternyata tak hanya menjadi pemikiran orang dewasa belaka.

Dua orang siswa SD Al Azhar 13 Rawamangun Jakarta termasuk orang yang memikirkan soal banjir dan berhasil membuat perangkat sederhana yang diberi nama Detektor Banjir.

Murid kelas 5 SD itu membuat kreasi dan inovasi berupa alat yang bisa dipakai untuk memperingatkan masyarakat sekitar tentang banjir, dan peningkatan debit air.

Benda yang terbuat dari paralon, klakson mobil atau motor, accu mobil, kabel, pelampung, lampu, dan sirine itu ditampilkan dalam Pameran Indonesian Science Festival, ISF, 2013, yang berlangsung 2-5 Desember di Kota Kasabalanka, Jakarta.

Kusro Suharmi, guru kelas 6 SD Al Azhar 13 Rawamangun, menuturkan detektor banjir ini bekerja melalui mekanisme gerakan naik pelampung dan nyala lampu indikator.

Saat terjadi banjir, pelampung akan naik. Kemudian lampu kuning yang terletak di atas akan menyala sebagai peringatan waspada, dan masyarakat pun siap berkemas.

"Bila banjir membesar, maka lampu merah akan menyala, dan sirine bersuara keras pun berbunyi. Masyarakat harus siap dan berkemas. Banjir tinggi lampu menyala merah, sirine besar. Penduduk harus segera tinggalkan lokasi. Alat ini juga bisa dipakai untuk peringatan bencana tsunami," ungkap Kusro, di sela-sela pameran di Jakarta, Senin 2 Desember.

ISF merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2004.

Tujuannya mengajak siswa agar menyenangi sains dan berkreasi, dengan menggunakan prinsip-prinsip sains, memperluas wawasan, pengembangan bakat, kreativitas, dan minat siswa dalam ilmu pengetahuan.

Elvira, Ketua Pelaksana Program ISF 2013, yang juga Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Ditjen Pendidikan Dasar Kemendikbud, mengatakan tahun ini ISF mengangkat tema Persahabatan.

Hal itu diwujudkan dalam bentuk pameran, juga Lomba Karya Kreativitas Sains Siswa yang bertema Kreasi Tanpa Batas.

Untuk lomba, katanya, sudah didapatkan 100 orang finalis siswa SD dari seluruh Indonesia.

Mereka terdiri dari 25 tim IPA dengan tema lomba Alat IPA Ciptaanku, dan 25 tim matematika dengan tema lomba Matematika dalam Permainanku. Setiap tim terdiri atas dua siswa.

Selain itu, lanjutnya, para guru juga mengikuti Lomba Inovasi Pembelajaran IPA dan Matematika yang menyenangkan. Pengumuman pemenang untuk kedua lomba tersebut akan berlangsung pada 5 Desember 2013.

Dia menuturkan, Pameran ISF ini bertujuan untuk memamerkan hasil karya kreativitas para siswa tingkat SD, memberikan kesempatan bagi publik untuk mengetahui hasil karya mereka.

Selain itu disediakan pula panggung yang diisi oleh pertunjukan sains.

"Ternyata IPA tidak harus berkutat dengan rumus. Jika disampaikan dengan cara yang menyenangkan, melalui berbagai percobaan, anak-anak akan lebih memahami dan termotivasi untuk belajar IPA," ungkapnya.

Program lain yang juga disukai para siswa, katanya, adalah Problem Spontan, yaitu menjawab soal secara spontan untuk melatih logika, keterampilan verbal, dan mekanika. (Kabar24.com)

BACA JUGA:

Massa Demo Pelecehan Seksual Di Pabrik Torabika

4 Cara Berpakaian Lebih Baik

Editor: Saeno

KOMENTAR

comments powered by Disqus