facebook twitter rss

TARI TRADISIONAL: Jaipongan Masih Disukai Anak Muda

Andhina Wulandari Selasa, 03/07/2012 21:32 WIB
Jibiphoto
ibiphoto
Reni Efita Hendry JAKARTA—Tari jaipongan, yang merupakan tari tradisional Jawa Barat, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda. Setidaknya, itulah yang dirasakan seorang remaja SMAN 1 Cikampek, Fani Fitri Fajria, 17. “Setelah saya belajar tari jaipongan pada tahun lalu, saya langsung tertarik untuk meneruskan seni tari jaipongan,” kata Fani setelah penampilannya pada acara penyerahaan beasiswa dari perusahaan asal Thailand Siam Cement Group (SCG), Selasa (3/7). Fani yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara itu juga mendapat beasiswa dari perusahaan tersebut. Awal belajar tari jaipongan, kata Fani, banyak temannya yang mengatakan tari jaipongan itu merupakan tari orang tua. Namun Fani tidak patah semangat untuk belajar. “Saya belajar menari jaipongan juga untuk melestarikan budaya,” kata Fani yang juga pernah meraih prestasi penampilan terbaik di Purwakarta bersama kelompok dari sanggar tarinya. Gerakan tari jaipongan yang energik itu, kata Fani, merupakan penggabungan beberapa tari daerah lain seperti tari dari Irian. Jaipongan adalah sebuah jenis tari pergaulan tradisional masyarakat Sunda, Jawa Barat, yang cukup populer di Indonesia. Menurut sumber dari Wikipedia, tari tersebut diciptakan oleh seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira, sekitar tahun 1960-an, dengan tujuan untuk menciptakan suatu jenis musik dan tarian pergaulan yang digali dari kekayaan seni tradisi rakyat Nusantara, khususnya Jawa Barat. Meskipun termasuk seni tari kreasi yang relatif baru, jaipongan dikembangkan berdasarkan kesenian rakyat yang sudah berkembang sebelumnya, seperti ketuk tilu, kliningan, dan ronggeng. Perhatian Gumbira pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu, menjadikannya mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada kliningan/bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun, dan beberapa ragam gerak dari beberapa kesenian menjadi inspirasi untuk mengembangkan kesenian jaipongan. (JIBI/aw)

Editor: Andhina Wulandari

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR