facebook twitter rss

WHITNEY HOUSTON: Apakah Alprazolam Pemicu Kematiannya?

Nancy Junita Senin, 27/02/2012 07:49 WIB
JAKARTA: Obat anticemas alprazolam menjadi pembicaraan publik ketika obat ini ditemukan di kamar hotel almarhum Whitney Houston saat kematiannya dua pekan lalu. Obat yang termasuk dalam golongan benzodiazepin ini di tengah masyarakat dikenal dalam berbagai nama dagang, seperti Xanax, Niravam, Xanax XR. Apakah setiap orang cemas membutuhkan obat ini? Alprazolam adalah obat yang cara kerjanya memperlambat pergerakan bahan kimia di dalam otak yang membuat ketidakseimbangan. Dengan cara kerja ini, ketegangan saraf (kecemasan) seseorang pun berkurang, sehingga si pemakai relatif tenang. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari FK-UI Ari Fahrial Syam tidak semua kecemasan diterapi dengan obat anticemas. Biasanyanya, bila seseorang dalam keadaan cemas berlebih diberi obat resep ini dengan dosis awal 0,25 mg dua kali sehari. Jadi, dalam sehari obat ini dikonsumsi 0,5 mg. “Tidak semua orang cemas diberi obat anticemas. Kalau cemas, terapi pertama itu berserah ke Tuhan untuk mendapatkan ketenangan jiwa, bukan malah tergantung pada obat-obatan. Jika sudah cemas berlebih, baru obat ini diresepkan,”jelasnya. Seseorang dikatakan cemas berlebih memiliki tanda-tanda antara lain gelisah, jantung berdebar-debar, sulit tidur, dan maag kambuh. Ari menyebut Alprazolam tidak bisa digabungkan pemakaiannya dengan narkotika maupun alkohol. Pasalnya, penggabungan antarakeduanya menimbulkan efek sedasi. Dalam arti efek yang diharapkan, maupun efek samping obat semakin kuat. Misalnya, jika keduanya digabung, seseorang akan lebih mengantuk (efek tidur). Selain itu menimbulkan depresi pada pernapasan atau sistem pernapasan tertekan, sehingga orang sulit bernapas, kerja jantung lamban, tekanan darah menurun. Selain untuk mengatasi kecemasan, alprazolam digunakan untuk mengobati gangguan panik, dan kecemasan yang disebabkan depresi.  Obat cemas ini tidak direkomendasikan untuk orang yang sedang hamil, karena membahayakan janin yang belum lahir. Jika seorang ibu memakai obat ini di masa kehamilan, maka kemungkinan menimbulkan ketergantungan dan ‘sakaw’ pada bayi tersebut. Juga tidak digunakan bagi  orang yang alergi alprazolam atau benzodiazepin lainnya, seperti chlordiazepoxide, clorazepate, diazepam, lorazepam, atau oxazepam. Sebelum memakai obat ini, beritahu dokter Anda jika Anda memiliki masalah pernapasan, glaukoma, ginjal atau penyakit hati,  riwayat depresi, pikiran untuk bunuh diri, atau kecanduan obat-obatan atau alkohol. Hal yang perlu Anda diketahui sebelum memakai alprazolam: 1. Jangan minum alkohol karena dapat meningkatkan efek alkohol. 2. Obat ini merupakan obat resep, dan hendaknya disimpan di tempat yang aman. Obat jangan dibeli melalui internet karena bisa mengandung bahan berbahaya. Sampel Xanax yang dibeli melalui internet ditemukan mengandung haloperidok, obat antipsikotik kuat, dengan efek samping yang berbahaya. 3. Tidak mengalami glaukoma sudut sempit, pemakai itraconazole atau ketoconazole, alergi terhdap alprazolam. 4. Tidak menderita asma, emfisema, bronkitis, gangguan paru obstruktif kronik (PPOK) atau masalah pernapasan lainnya. 5. Tidak menderita sakit ginjal atau penyakit hati (terutama penyakit hati alkoholik), riwayat depresi atau pikiran untuk bunuh diri, riwayat kecanduan narkoba atau alkohol. 6. Tidak dianjurkan dipakai oleh perempuan yang menyusui, karena obat ini bisa masuk ke ASI. 7. Tidak direkomendasikan pada orang berusia kurang dari 18 tahun. Hingga saat ini belum ada kepastian penyebab kematian Whitney Houston. Namun, sang diva ini memiliki riwayat pemakaian narkotika kokain, dan PPOK sebagai dampak dari merokok. Apakah obat ini juga berkontribusi pada kematian Whitney? (nj)

Editor: Nancy Junita

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR

comments powered by Disqus