facebook twitter rss

Hati-hati Konsumsi Suplemen Vitamin E

Nancy Junita Selasa, 06/03/2012 12:09 WIB
Newswire Bagi Anda yang rutin mengonsumsi suplemen vitamin E untuk menjaga kesehatan kulit, dan rambut perlu mencermati hasil penelitian ilmuwan dari Universitas Keio Tokyo. Baru-baru ini ilmuwan Jepang dari Universitas Keio Tokyo merilis hasil penelitian terbaru manfaat pemberian suplemen vitamin E pada kesehatan tulang di jurnal ‘Nature Medicine’. Dalam penelitian dengan subjek tikus, para peneliti menemukan pemberian suplemen vitamin E justru merusak kesehatan tulang. Lho, kok bisa? Seperti diketahui, secara alami vitamin E banyak ditemukan dalam minyak, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, almond dan hazelnut. Selain dalam bentuk alami, saat ini juga tersedia suplemen vitamin E. Dalam penelitian terbaru, ilmuwan Jepang menemukan bahwa tikus yang diberi vitamin E dalam dosis besar memiliki massa tulang yang lebih rendah. Jika hal ini terjadi pada manusia, maka risiko patah tulang meningkat! Namun, seorang pakar di Inggris mengatakan suplemen vitamin E bisa menjadi masalah. Penelitian manfaat vitamin D untuk kesehatan tulang sudah banyak dilakukan. Namun, terhadap peran vitamin E masih sedikit. Penelitian di Universitas Keio  bertujuan untuk mengetahui apa yang terjadi ketika tikus tidak memiliki cukup vitamin E, dan apa yang akan terjadi ketika tikus  diberi suplemen vitamin E. Memang, penelitian awal menunjukkan bawa konsumsi vitamin E berdampak positif bagi massa tulang. Kemudian, tim Jepang menemukan hal sebaliknya. Artinya, tikus-tikus yang kekurangan vitamin E, dan diberi vitamin E hasilnya berdampak positif. Tulang lebih sehat. Sebaliknya, tikus yang diberi suplemen malah kehilangan massa tulang. Perubahan ini terkait pada sifat tulang. Ukuran dan kepadatan tulang tidak tetap di usia dewawa, tetapi tergantung pada keseimbangan antara pembentukan sel tulang baru (osteoblas) dan pengupasan/perusakan sel tulang (osteoklas). Menurut para peneliti, vitamin E dapat mendorong pembentukan sel osteoklas. Ini berarti tulang kehilangan massa. Percobaan vitamin E pada tikus, yang dipublikasi pada tahun 2010 menemukan hasil yang berlawanan dengan temuan tim peneliti dari Universitas Keio Tokyo. Peneliti merekomendasikan manfaat vitamin dalam terapi pertumbuhan tulang bagi kelompok orangtua. Namun, Dr Helen Macdonald, yang meneliti pengaruh gizi terhadap kesehatan tulang di Universitas Aberdeen, mengatakan bahwa ada sejumlah kecil studi yang menemukan efek negatif suplemen vitamin E. Termasuk penelitian yang dilakukannya sendiri. Dia menekankan, tidak ada alasan bagi orang untuk mengubah pola diet demi menghindari jumlah vitamin E yang terkandung dalam makanan sehari-hari. Pasalnya, dalam diet sehari-hari pun jumlah vitamin E kecil. "Namun, suplemen vitamin E memiliki dosis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan diet normal. Semakin banyak bukti bahwa tidak ada gunanya memakai suplemen, dan jika pun ada, mungkin yang berbahaya,” tambah Macdonald. (BBC/nj)

Editor: Nancy Junita

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR

comments powered by Disqus