facebook twitter rss

BADAN POM Terus Kampanyekan Jajanan Sehat untuk Anak Sekolah

Andhina Wulandari Minggu, 09/12/2012 09:28 WIB
Ilustrasi/Jibiphoto
Jibiphoto
Ilustrasi

Rahmayulis Saleh

JAKARTA--Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) terus mengampanyekan Jajanan Sehat, Aku Sehat. Hasilnya, sampai Juni 2012, sebanyak 76% pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di Indonesia telah memenuhi persyaratan keamanan.

Berdasarkan hasil sampling dan pengujian yang dilakukan oleh Badan POM, jumlah ini terus meningkat sejak dicanangkannya Gerakan Nasional Menuju PJAS yang Aman, Bermutu, dan Bergizi oleh Wakil Presiden RI pada 31 Januari 2011, yang telah ditindaklanjuti dengan penetapan Rencana Aksi Nasional (RAN) PJAS.

RAN PJAS dilaksanakan melalui penerapan lima strategi, yaitu perkuatan program PJAS, peningkatan awareness komunitas PJAS, peningkatan kapasitas sumber daya PJAS, modeling, dan replikasi kantin sekolah, dan optimalisasi manajemen Aksi Nasional PJAS.

“Capaian keamanan PJAS terus menunjukkan peningkatan yang bermakna, dimana PJAS yang memenuhi syarat (MS) pada 2008-2010 sebesar 56-60%, meningkat menjadi 65% pada 2011, dan 76% hingga Juni 2012,” kata Lucky Oemar Said, Kepala Badan POM, dalam siaran persnya Minggu (9/12).

Dia menyebutkan dampak Aksi Nasional PJAS sampai November 2012, diperkirakan dapat melindungi sekitar 1,3 juta siswa dari PJAS yang tidak aman.

Dalam Aksi Nasional ini, katanya, Badan POM telah mengoperasionalisasikan mobil laboratorium keliling ke 1.291 sekolah dasar, dan melakukan pembinaan kepada 80.000 orang guru SD, 80.000 orang pedagang PJAS di sekitar sekolah, dan 24.000 pengelola kantin, serta memberikan 100 Piagam Bintang Keamanan Pangan untuk SD/MI di 20 provinsi.

Keberhasilan program ini, tambahnya, tidak lepas dari peran serta lintas sektor terkait. Untuk itu, pada 2011 komitmen lintas sektor tingkat pusat diwujudkan dalam Surat Kesepakatan Bersama antara Badan POM dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Kementerian Perindustrian.

Sementara itu pada tahun ini, kata Lucky, perkuatan komitmen pemerintah daerah terus dibangun melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) di 32 provinsi, dengan melibatkan 160 kabupaten/kota.

Untuk lebih mensinergikan program pengawasan dan pembinaan PJAS, serta meningkatkan program PJAS secara optimal sampai ke tingkat sekolah di seluruh wilayah Indonesia, maka dilaksanakan diseminasi program dan pencapaian hasil melalui kegiatan workshop dan Pameran Nasional PJAS dengan tema Jajanan Sehat, Aku Sehat.

Untuk itu pada Sabtu (8/12), dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kepala Badan POM dengan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), tentang Kerjasama Pengembangan Program Sertifikasi Kompetensi Sumber Daya Manusia di Bidang Obat dan Makanan.

Penandatanganan ini, kata Lucky, dilakukan untuk meningkatkan dan memelihara kompetensi seluruh jajaran di bidang obat dan makanan, sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sekaligus sejalan dengan Peraturan Presiden RI No. 8/2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Selain itu akan diberikan penghargaan terhadap 7 sekolah dasar pemenang Lomba Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah se-Indonesia. Terdiri dari juara I-III dan juara harapan I-IV, yang berasal dari 7 provinsi, yaitu D.I. Yogyakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Jambi, dan Jawa Tengah.

Memurut dia, jaminan atas keamanan, mutu dan gizi pangan mempunyai kontribusi besar pada pembentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu bangsa, yang akan mempengaruhi daya saing bangsa di tingkat global.

“Oleh karena itu, pengawasan pangan perlu mendapat prioritas karena secara langsung dapat melindungi kesehatan masyarakat, terutama dari pangan yang tidak memenuhi syarat keamanan, mutu dan gizi,” ungkapnya. (Kabar24/aw)

Editor: Andhina Wulandari

KOMENTAR

comments powered by Disqus