facebook twitter rss

IMUNISASI ANAK: Pemerintah Perkenalkan Vaksin Baru untuk Turunkan Angka Kematian

Andhina Wulandari Jum'at, 19/04/2013 08:03 WIB
Ilustrasi/Jibiphoto
Jibiphoto
Ilustrasi

Rahmayulis Saleh

KABAR24.COM, JAKARTA--Pemerintah akan melakukan introduksi vaksin baru berupa vaksin pentavalent (DPT/HB/Hib), menggantikan vaksin DPT-HB. Tujuanya adalah untuk mempercepat penurunan angka kematian bayi dan anak.

Vaksin baru ini, kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, akan diberikan kepada bayi dan anak mulai Juli 2013. Vaksin tersebut berguna untuk mencegah penyebaran bakteri Hib di dalam darah (bakteriemia), infeksi saluran nafas nerat (pneumonia), dan radang otak (meningitis).

Menurut Menkes, vaksin haemophilus influenza tipe b (Hib) diberikan dalam vaksin kombinasi DPT/HB/Hib, pada usia yang sama dengan pemberian vaksin DPT/HB.

Selama ini vaksin DPT/HB diberikan 3 kali, pada usia bayi 2, 3, dan 4 bulan, guna mencegah 3 macam penyakit, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus.

Menkes menuturkan imunisasi lengkap merupakan upaya kesehatan yang paling efektif dalam melindungi anak dari wabah, kecacatan, dan kematian. Dengan melengkapi lima imunisasi dasar pada anak, diharapkan seluruh anak Indonesia dapat terbebas dari penyakit, yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi.

Hingga saat ini lebih dari 87% anak Indonesia sudah mendapatkan imunisasi secara lengkap.

“Imunisasi tidak membutuhkan biaya besar. Bahkan di Posyandu anak-anak mendapatkan imunisasi secaragratis,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, di Jakarta, Kamis (18/4).

Menkes mengatakan kelima jenis vaksin lengkap yang diberikan secara gratis di Posyandu, adalah vaksin hepatitis B, BCG (mencegah TBC), polio, DPH/HB (untuk mencegah difteri, batuk rejan, tetanus, dan hepatitis B lanjutan), serta campak (mencegah penyakit campak).

Vaksin hepatitis B diberikan saat bayi baru lahir, untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak pada proses kelahiran. Sebab, tidak semua ibu tahu apakah dirinya terinfeksi hepatitis B atau tidak. Hepatitis B dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati.

Sedangkan vaksin BCG, diberikan satu kali pada usia 1 bulan. Tujuannya untuk mencegah kuman tuberkulosis menyerang paru, kelenjar, tulang danradang otak yang bisa menimbulkan kematian dan kecacatan.

Vaksin polio diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan, guna mencegah lumpuh layu.

“Sekali anak terkena lumpuh layu pada tungkai dan lengan, maka tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya. Bahkan kadang bisa mengalami kelumpuhan otot pernafasan yang menyembabkan kematian,” ungkap Menkes.

Dia menambahkan vaksin campak, diberikan satu kali pada usia 9 bulan untuk mencegah penyakit campak berat, yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare, atau menyerang otak.

“Program imunisasi sudah terbukti berhasil mengeradikasi penyakit cacar di Indonesia sejak 1976, dan kasus polio liar sudah tidak pernah ditemukan lagi di negeri kita sejak 2006,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kematian akibat campak juga mengalami penurunan yang tajam sebesar 87%, dari sekitar 10.300 kasus pada 2000, menjadi kurang dari 2.000 kasus pada 2012. Imunisasi juga berhasil menekan angka kematian ibu dan anak, yang diakibatkan oleh tetanus menjadi kurang dari 1 per 1.000 kelahiran hidup. (Kabar24/aw)

Editor: Andhina Wulandari

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR

comments powered by Disqus