Lavinda, Christine Franciska, Hanum Kusuma Dewi
JAKARTA– Gubernur DKI Jakarta terpilih dituntut membenahi enam komponen yang mampu mendukung pertumbuhan investasi daerah.
Eep Saefulloh Fatah, Presiden Direktur lembaga konsultan PolMark Indonesia, menyebutkan karakter individu pemimpin daerah sebagai pelaku utama harus pro terhadap bisnis dan investasi.
“Pemimpin baru yang terpilih sebagai pelaku utama tentu diharapkan pro bisnis agar mampu mengambil kebijakan yang tepat dan sesuai,” ungkapnya di Seminar Citi Indonesia bertajuk Capital Market Update di Jakarta, Senin (24/9).
Faktor kedua pendukung investasi ialah peraturan yang sesuai dengan iklim investasi. Antara lain terkait pengelolaan investasi, perizinan usaha, aturan perindustrian, dan tata tertib pekerjaan umum yang turut menyokong keberlangsungan investasi.
Menurut dia, institusi harus diperbaiki untuk menunjang akselerasi perekonomian. Persoalan klasik terkait lambannya kinerja birokrasi harus mampu diselesaikan dengan cepat.
“Jokowi harus lakukan apa yang berhasil dilakukannya di Solo menjadi berhasil juga di sini. Birokrasi bisa diperbaiki kalau pemimpin mau mengambil risiko,” ungkapnya.
Komponen lain, tambahnya, mekanisme investasi yang perlu mengalami sinkronisasi antara satu komponen pendukung dengan komponen pendukung lain.
Menurut dia, peran serta publik dalam membangun iklim bisnis dan investasi juga menjadi pekerjaan rumah yang cukup penting.
“Komponen pendukung investasi terakhir ialah membangun sistem. Fondasi perbaikan sistem butuh waktu cukup panjang sekitar 4-5 tahun dan butuh kompetensi dari pemimpin yang baik,” tuturnya. (JIBI/nel)
Kabar Terkait :
- JOKOWI GUBERNUR DKI: Jokowi Jangan Banyak Umbar Janji, Kata TK
- PEMUDIK KERETA API: Naik 16% kata Menhub, turun kata PT KAI
- Solo Semakin Diperhitungkan di Bisnis Dunia
- AFGAN Tertarik Bisnis Online dan Kafe
- DARMIN NASUTION: Pelaku Usaha Harus Tetap Bergerak
| Follow @kabar20 |
