facebook twitter rss

Hati-hati, Sabotase Karir!

Andhina Wulandari Rabu, 15/02/2012 09:20 WIB
ilustrasi/careerexpert
careerexpert
ilustrasi
Mungkin sering tanpa disadari, Anda melakukan sabotase karir Anda sendiri. Simak penjelasan dari Robin Ryan penulis buku “What to Do With the Rest of Your Life: America’s Top Career Coach Shows You How to Find or Create the Job You’ll LOVE” tentang beberapa hal yang bisa menghancurkan karier Anda. #1: Bekerja di bidang yang tidak diminati Kunci sukses bekerja adalah mencari apa sesungguhnya yang menjadi minat Anda dan bidang apa yang paling Anda kuasai. Ketika Anda bekerja setengah hati, Anda tidak akan pernah merasa senang atau tertarik. Namun jika seandainya Anda tidak bisa bekerja di tempat yang diinginkan, Anda mungkin bisa tetap mencari kerja yang bidangnya tidak terlalu jauh dari minat Anda tersebut. #2: Berpikir uang adalah segalanya Ini merupakan asumsi umum yang dimiliki banyak orang, tapi uang akan jadi kecil artinya saat Anda tidak senang dengan pekerjaan Anda. Rasanya akan seperti Anda menjadi ‘budak’ pekerjaan yang Anda benci, sebesar apapun gaji yang Anda terima. Ketika Anda mencintai pekerjaan Anda, rasanya tidak akan seperti bekerja, bahkan mencari kepuasan bekerja adalah alasan nomor satu seseorang akhirnya memutuskan pindah kerja. #3: Punya perilaku buruk Memiliki perilaku yang buruk merupakan hal yang wajib dihindari, karena hal ini akan menutupi semua kemampuan baik Anda dalam bekerja. Beberapa perilaku buruk tersebut, misalnya tidak bisa mengontrol emosi, tidak mau menerima pendapat orang lain, keras kepala, tidak patuh waktu, suka berbohong, dan lain sebagainya. Percayalah perilaku buruk itu tidak akan membuat karir Anda meningkat. #4: Tidak percaya diri sendiri Rasa percaya diri penting untuk bisa mengetahui apa kelebihan dan kekurangan Anda. Tentunya Anda harus tahu dimana letak kelebihan Anda untuk menemukan lingkungan pekerjaan dimana kemampuan Anda dibutuhkan, diinginkan, dan dilihat sebagai aset penting. #5: Tidak menyelesaikan masalah Banyak orang yang membuat masalah sebagai sebuah alasan untuk tidak menyelesaikan satu tujuan. Padahal Anda tidak akan mendapatkan hasil produktif untuk peningkatan karir, jika tidak mampu menyelesaikan masalah yang Anda hadapi. #6: Takut gagal Rasa takut seperti, bagaimana jika tidak ada yang mau menerima saya sebagai pegawai? Atau bagaimana jika tawaran pekerjaan yang ada justru lebih buruk dari sekarang? Sebenarnya pemikiran seperti itu hanya akan menghambat Anda dari menemukan pekerjaan yang lebih baik atau mendapatkan bayaran yang sesuai dengan kemampuan. (tipsoncareerandmoney/aw)

Editor: Andhina Wulandari

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR