facebook twitter rss

PERANG ISRAEL VS PALESTINA: 3 Warga Sipil Palestina Tewas

Eries Adlin Jum'at, 16/11/2012 07:32 WIB
Ilustrasi/Reuters/Antara
Antara
Ilustrasi/Reuters

Newswire

Serangan Israel Palestina Jalur Gaza

GAZA CITY: Serangan udara Israel terhadap satu rumah di bagian utara Jalur Gaza menewaskan tiga warga sipil Palestina lagi, Kamis larut malam (15/11), kata beberapa saksi mata dan sumber medis.

Serangan tersebut menambah jumlah orang Palestina yang gugur dalam serangan Israel di Jalur Gaza jadi 19 sejak Rabu. Sebanyak 10 orang yang tewas adalah warga sipil.

Serangan itu terjadi di Kota perbatasan Beit Hanoun di bagian utara Jalur Gaza dan melukai 20 warga lagi, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat pagi. Korban jiwa meliputi seorang anak kecil dan dua bersaudara, kata warga setempat.

Serangan udara di Jalur Gaza itu meningkat pada Kamis larut malam dan Jumat dini hari. Beberapa pesawat tempur F16 menyerang tempat terbuka dan lokasi pelatihan bagi kelompok pejuang Palestina.

Serangan tersebut menerbangkan puing dan mengguncang jendela di beberapa rumah yang berdekatan, sehingga merenggut korban warga sipil.

Serangan Israel di Jalur Gaza memasuki hari ketiga Jumat.

Sebelumnya, pada 06.40 16 November 2012, akun @AnonymousPress menyebutkan Israel tengah menggencarkan seragan ke Jalur Gaza. Terdengar tiga kali ledakan dalam 10 menit, tulis @Anonymous.

Hearing more explosions in Gaza City. 3 in the last 10 seconds. V @harryfear #GazaUnderAttack .”

@AnonymousPress menulis dalam bionya sebagai: We are Anonymous, We are Legion, We do not Forgive, We do not Forget, Expect us!

Sementara itu, Ulil, pemikir Islam dari Nahdlatul Ulama lewat akunnya @ulil, menyatakan,  “ Perang modern tak lg di darat. Tetapi jg di Twitter dan Facebook. Perang "reprentasi wacana".”

Selanjutnya dia menulis, “Israel coba mematikan listrik di Gaza, shg komunikasi via socmed ke dunia luar terputus. Akun @AnonymousPress coba menyelamatkan.”
Pada Rabu, Iran mengutuk serangan Israel terhadap pejuang Palestina di Jalur Gaza dan menganggapnya sebagai terorisme teroganisir.

"Iran menganggap aksi kejahatan pasukan militer Israel dalam membunuh warga sipil sebagai terorisme terorganisir dan dengan keras mengutuknya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast, seperti yang dikutip dari kantor berita Fars.

Ia juga mengecam kebungkaman organisasi internasional yang mengaku membela hak asasi manusia, setelah serangan itu, demikian laporan Reuters yang dikutip Antara.

Israel menewaskan komandan militer Hamas pada Rabu (14/11), dalam serangan udara ke Jalur Gaza, dan mengancam akan melancarkan serbuan ke daerah kantung Palestina tersebut.

Hamas, Kamis, membalas dengan menembakkan puluhan roket ke dalam wilayah Israel selatan, dan menewaskan tiga orang. (Antara.ea)

Editor: Eries Adlin

KOMENTAR