facebook twitter rss

PAUS BENEDIKTUS: Kalender Kristen Salah, Yesus Lahir Beberapa Tahun Lebih Awal

Marissa Saraswati Kamis, 22/11/2012 22:01 WIB
Paus Benediktus XVI/telegraph.co.uk
telegraph.co.uk
Paus Benediktus XVI

Newswire

Yesus ternyata lahir beberapa tahun lebih awal dari apa yang dipercaya dan penanggalan Kristen salah penghitungan. Hal ini disampaikan oleh pemimpin tertinggi umat Katolik sendiri, Paus Benediktus XVI dalam buku Jesus of Nazareth: the Infancy Narratives yang diterbitkan pada Rabu (21/11).

Kesalahan ini dibuat oleh seorang biarawan dari abad ke-6 yang dikenal dengan nama Dionysius Exiguus atau Dennis the Small. Biarawan tersebut disebut-sebut sebagai penemu kalender modern dan konsep era Anno Domini. Tapi, tidak ada yang tahu bagaimana dia menghitung tahun kelahiran Yesus.

“Kalkulasi permulaan penanggalan kita-berdasarkan kelahiran Yesus- dibuat oleh Dionysius Exiguus yang salah menghitung beberapa tahun. Sebenarnya Yesus lahir beberapa tahun sebelumnya,” kata Sang Paus di dalam buku itu.

Ini juga bukan hal yang baru karena beberapa sejarawan pernah menyatakan bahwa Yesus sebenarnya dilahirkan pada 7 SM dan 2 SM.

Fakta yang meragukan dari salah satu hal terpenting dalam tradisi Kristen ini diangkat sendiri oleh Paus sangatlah mengejutkan.

Tidak hanya anggapan bahwa Yesus lahir beberapa tahun lebih awal yang diungkap dalam buku terbaru Paus ini, beberapa hal lainnya juga dibeberkan seperti tidak ada lembu, keledai dan hewan lain pada kelahiran Yesus.

John Barton, dosen di Interpretation of the Holy Scripture at Oriel College, Oxford University, mengatakan sebagian besar akademisi setuju dengan Paus bahwa kalender tersebut salah.

Ide bahwa Yesus lahir pada 25 Desember juga tidak memiliki dasar sejarah yang tepat. “Kami bahkan tidak tahu pada musim apa dia dilahirkan,” kata Barton. (Telegraph/ms)

 

Editor: Marissa Saraswati

KOMENTAR