facebook twitter rss

PELAKU BOM BOSTON: Kakak Beradik Etnis Chechnya

Linda Tangdialla Sabtu, 20/04/2013 00:39 WIB

Newswire

 

 

KABAR24.COM, WASHINGTON—Dua tersangka pengebom marathon Boston adalah kakak beradik dari etnis Chechnya, yang menghabiskan sebagian besar hidup mereka jauh dari negeri asalnya dan tak memperlihatkan tanda-tanda radikalisme selama tinggal di Amerika Serikat.

Masih belum banyak yang diketahui tentang Dzhokhar dan Tamerlan Tsarnaev, yang disebut oleh pejabat keamanan nasional AS sebagai tersangka pengeboman pada Senin (15/4) di Boston yang menelan nyawa tiga orang dan 180 luka-luka.

Juga belum diketahui apa sesungguhnya motif mereka melakukan pengeboman.

Tamerlan, 26, (foto, sebelah kanan), pernah menjadi petinju amatir pemenang Golden Gloves. Dia tewas setelah tembak menembak dengan polisi, Kamis (18/4), sedangkan Dzhokhar, 19, (foto, sebelah kiri) disebut-sebut sebagai siswa sekolah menengah atas yang tak menonjol dan saat ini menjadi target perburuan besar-besaran oleh pihak keamanan AS di kawasan Massachusetts.

Dalam akun VK, sebuah situs media sosial berbahasa Rusia, Dzhokhar menulis bahwa dia menjalani sekolah dasar di Makhachkala, ibukota Dagestan, sebuah provinsi di wilayah Causcasus, Rusia, yang berbatasan dengan Chechnya.

Dia lulus pada 2011 dari Cambridge Rindge and Latin School, sebuah sekolah negeri dekat Harvard University in Cambridge. Dia mengisi kolom “World view” dengan “Islam” dan “Personal priority” dengan “career and money.”

Dzhokhar telah mendaftarkan diri untuk kuliah di University of Massachusetts Dartmouth.

Temannya di SMA, Eric Machado, mengatakan kepada CNN bahwa Dzhokhar tak memperlihatkan “tanda-tanda nyata perilaku keras...Kami berpesta, jalan-jalan. Kami berteman baik di sekolah.”

Namun walau seorang mantan teman kelasnya melukiskan dia kepada stasiun televisi WBZ sebagai “pelawak kelas”, namun akunnya di VK memperlihatkan link ke beberapa situs Islam dan lainnya yang menyerukan kemerdekaan Chechnya.

Tamerlan adalah mahasiswa di Bunker Hill Community College, dan terlatih sebagai petinju. Setelah memenangkan turnamen tinju Golden Gloves di Lowell, Massachusetts pada 2004, dia mengatakan kepada Koran lokal bahwa “Saya menyukai Amerika…Amerika memiliki banyak lapangan kerja.”

“Hal itu tidak dimiliki Rusia. Di sini Anda punya peluang cari uang kalau Anda mau bekerja,” ujarnya kepada Koran lokal. (Reuters/lt)

Editor: Linda Tangdialla

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR