facebook twitter rss

KONFLIK SURIAH

Lebanon Janji Buka Perbatasan

Newswire Kamis, 11/07/2013 05:22 WIB
Pengungsi Suriah/muslimdaily.net
muslimdaily.net
Pengungsi Suriah

Kabar24.com, JAKARTA - Lebanon berjanji terus membuka perbatasannya bagi para pengungsi Suriah pada saat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak dunia internasional untuk memberikan bantuan "yang belum pernah terbayangkan sebelumnya" kepada Suriah.

Dengan keberadaan warga Suriah di Lebanon yang saat ini jumlahnya diperkirakan mencapai 1,2 juta orang, Duta Besar Lebanon untuk PBB Nawaf Salam pada Rabu (10/07) waktu New York atau Kamis (11/07) WIB mengatakan pemerintahnya kemungkinan akan mempertimbangkan untuk membuka barak-barak penampungan, lapor AFPyang dikutip Antara.

Dia menambahkan negaranya tidak akan menutup perbatasan, namun untuk merealisasikan hal itu Lebanon sangat memerlukan bantuan internasional.

“Lebanon tidak akan menutup perbatasannya. Lebanon tidak akan memulangkan kembali pengungsi siapa pun, Lebanon akan terus menyediakan bantuan bagi semua pengungsi Suriah. Tapi kami juga harus jelas bahwa Lebanon tidak bisa hanya sendirian menghadapi beban krisis pengungsi ini. Lebanon memerlukan bantuan nyata internasional untuk menghadapi masalah yang terus berkembang ini,” kata Salam kepada para wartawan setelah sidang Dewan Keamanan PBB mengesahkan sebuah pernyataan tentang Lebanon.

Lebanon dan Yordania mengatakan mereka tidak bisa menangani dampak dari perang Suriah yang sudah berlangsung selama 26 bulan itu dan telah meminta agar sebuah konferensi internasional tentang krisis kemanusiaan diselenggarakan.

Amerika Serikat mengatakan ada sekitar 600.000 pengungsi yang terdaftar di Lebanon. Namun, Salam mengatakan jumlah pengungsi Suriah di Lebanon lebih dari 1 juta orang, sementara lembaga-lembaga kajian seperti Beirut Institute memberikan angka 1,2 juta orang.

Pernyataan Dewan Keamanan PBB yang diajukan oleh Prancis itu meminta dunia internasional menggalang bantuan kuat bagi Lebanon untuk terus membantu negara tersebut menghadapi tantangan berlapis-lapis saat ini dalam hal keamanan dan stabilitas.

Dengan kenyataan bahwa kelompok kuat Lebanon Hisbullah saat ini berperang bersama pasukan Presiden Bashar al-Assad di Suriah, ketakutan meningkat bahwa konflik itu bisa merembet. Ketakutan itu diperparah dengan terjadinya pemboman dengan mobil di wilayah kekuatan Hisbullah di Beirut, Selasa (09/07).

Editor: M. Syahran W. Lubis

KOMENTAR