facebook twitter rss

MALAYSIA AIRLINES HILANG: Pentagon Sebut Pesawat Jatuh di Samudera India

Nancy Junita Jum'at, 14/03/2014 07:05 WIB
Sebanyak 40 kapal, dan 34 pesawat dari 9 negara diterjunkan mencari pesawat Malaysia Airlines yang hilang di perairan Vietnam, Sabtu (8/3/2014)/Reuters
Reuters
Sebanyak 40 kapal, dan 34 pesawat dari 9 negara diterjunkan mencari pesawat Malaysia Airlines yang hilang di perairan Vietnam, Sabtu (8/3/2014)

Kabar24.com, JAKARTA— Informasi terbaru keberadaan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang pada Sabtu (8/3/2014) muncul dari Pentagon Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Mirror.co.uk, Kamis (13/3/2014), pesawat MAS MH370, menurut Pentagon, jatuh di Samudera India. Untuk itu, Pentagon sudah mengirimkan kapal perang Angkatan Laut AS, USS Kidd, ke Samudera India.

Diharapkan kapal itu mencapai lokasi dalam waktu 24 jam waktu setempat. Pentagon memperkirakan MH370 jatuh di Samudera India berdasarkan informasi dari pihak AS sebelumnya, bahwa pesawat tetap terbang sekitar 4 hingga 5 jam setelah hilang dari radar yang memantau lalu lintas di udara.

Seorang pejabat Pentagon kepada ABC News mengatakan” “Kami memiliki indikasi bahwa pesawat itu ada di Samudera India.” (Baca juga: Temuan 3 Objek di Duga Puing Pesawat)

Sedangkan, menurut juru bicara Pentagon seperti dilaporkan The Guardina, mengatakan bahwa dia tak tahu dari mana informasi itu berasal. Meski demikian, kapal perang USS Kid sedang dalam perjalanan ke Selat Malaka.

Pencarian Pentagon ke Samudera India ini juga bertentangan dengan informasi dari Acting Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein bahwa fokus pencarian di Laut China Selatan, dan bagian timur Malaysia.

CEO Malaysia Airlines juga membantah bahwa pesawat MH370 terbang beberapa jam di udara setelah lepas dari pemantauan radar. (Kabar24.com)

BACA JUGA:

KABAR PILIHAN 13 MARET 2014: Pesawat Malaysia Diduga Terbang Tanpa Panduan hingga Jokowi & Megawati Mendadak ke Makam Bung Karno

HASIL LIGA EUROPA: Juventus vs Fiorentina 1-1, Tottenham & Napoli Tumbang

 

 

Editor: Nancy Junita

KOMENTAR