facebook twitter rss

PENCARIAN #MH370: Pesawat Diduga Memang Alami Kerusakan

Newswire Senin, 24/03/2014 11:41 WIB
Pesawat Malaysia Airlines/Mirror
Mirror
Pesawat Malaysia Airlines

Kabar24.com, JAKARTA—Setelah menghembuskan kabar kemungkinan terjadinya pembajakan terhadap pesawat Malaysia Airlines MH370, kali ini, pihak berwenang Malaysia justru menyiarkan detail baru yang memberikan gambaran berbeda mengenai apa yang telah terjadi pada kokpit pesawat Malaysia Airlines MH370.

Penjejakkan oleh radar militer menunjukkan bahwa pesawat itu mengubah ketinggian setelah berbelok tajam di atas Laut China Selatan menuju Selat Malaka, kata seorang sumber. Pesawat itu terbang sampai serendah 12.000 kaki sebelum hilang dari pantauan radar. Pembelokan tajam itu sepertinya disengaja.

Sumber tersebut mengatakan bahwa area di mana pesawat itu terbang adalah koridor yang sibuk dengan penerbangan dan terbang pada ketinggian 12.000 kaki, membuat jet itu menghindari jalur sibuk tersebut (guna menghindari tabrakan pesawat).

Data terbaru itu memupus teori bahwa seseorang telah mereprogram rute terbang pesawat sebelum kopilot terakhir kalinya terpantau menara pengawas pesawat. Ini juga mengurangi, meskipun tidak menghilangkan sama sekali, kecurigaan terjadi kesalahan oleh manusia di dalam pesawat itu.

Detail terbaru ini memberikan banyak pandangan baru mengenai apa yang telah terjadi dalam pesawat itu, namun tidak menjelaskan mengapa pesawat tersebut hilang atau di mana pesawat tersebut berada.

Beberapa ahli menilai data tersebut sebagai petunjuk bahwa telah terjadi kerusakan mesin membuat pesawat tiba-tiba mengubah arah, sedangkan yang lainnya mengatakan masih terlalu banyak hal yang tak diketahui sehingga tak bisa memumpus kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Analis penerbangan CNN Miles O'Brien menyebut informasi terakhir itu telah mengubah teori dan spekulasi pesawat tersebut. Dan dia menilai telah terjadi sesuatu pada pesawat, begitu Kopilot berkata  'selamat malam'".

Jika krisis dalam kabin pesawat menyebabkan pesawat kehilangan tekanan, kata dia, maka pilot bisa dengan sengaja memilih menerbangkan pesawat ke ketinggian rendah untuk menyelamatkan penumpang pesawat.

"Anda ingin turun pada ketinggian 10.000 kaki, karena itulah saat Anda tak perlu mengkhawatirkan tekanan udara (pressurization). Anda menjadi memiliki cukup udara dalam atmosfer yang secara alamiah membuat semua orang (dalam pesawat) hidup," kata dia.

Hal itu, katanya, merupakan bagian dari prosedur untuk dekompresi (pengurangan tekanan udara) secara tiba-tiba yang disebut tukikan tinggi (high dive).  Radar militer melacak pesawat itu antara 1:19 pagi dan 2:40 pagi pada hari pesawat itu hilang, namun tidak jelas berapa lama pesawat itu turun ke ketinggian 12.000 kaki.

"Detail terbaru mengenai ketinggian itu adalah sangat penting," kata Mary Schiavo, analis penerbangan CNN yang mantan inspektur jenderal Departemen Perhubungan AS.

Dia menjelaskan skenario ini relevan dengan apa yang akan dilakukan pilot ketika terjadi keadaan katastropik dalam pesawat, seperti dekompresi, kebakaran, atau ledakan. Itulah yang harus Anda lakukan, menukik, turun, memutar dan mencoba mencapai bandara yang bisa mengakomodasi (mendaratkan) sebuah pesawat yang tengah bermasalah.

Jika informasi terakhir itu akurat, maka teori yang menyebutkan pilot berusaha menyelamatkan pesawatnya adalah cocok, kata Mark Weiss, mantan pilot American Airlines dan analis penerbangan CNN.

Namun dia menggarisbawahi, "Kita punya begitu banyak informasi yang keluar dan begitu banyak informasi yang saling bertentangan, yang membuat saya berhati-hati beralih ke kesimpulan-kesimpulan baru untuk sementara waktu," kata dia. (Antara)

BACA JUGA:

Season 9 Serial Keeping Up With Kardharsian Bakal Tayang 25 Maret

6 Langkah Tekan Tuberkolosis

Editor: Mia Chitra Dinisari

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR