facebook twitter rss

PEMBUNUHAN SISCA YOFIE: Motif Pembunuhan Iri Hati?

Ria Indhryani Senin, 12/08/2013 13:43 WIB
Sisca Yofie/Facebook
Facebook
Sisca Yofie

Kabar24.com, BANDUNG - Kerabat keluarga korban pembunuhan Francisca (Sisca) Yofie menduga penyebab kematian gadis berusia 34 tahun ini adalah motif iri hati terkait profesi dan karir.

Salah satu kerabat dari keluarga korban Yudi Tamara mengungkapkan Sisca merupakan anak yang baik dan cerdas bisa jadi pelaku menaruh dendam dengan dirinya karena iri hati.

“Francisca yang sebelumnya bekerja di salah satu bank swasta, kini menjadi branch manager di PT Venera Multi Finance sejak tiga bulan lalu,” katanya saat berada di Polrestabes, Minggu (11/8)

Yudi mengungkapkan kecerdasan Sisca dalam mencetak jenjang karir yang sempurna bisa jadi merupakan salah satu alasan pembunuhan tersebut.

Menurut dia , Sisca sebelumnya kuliah jurusan Teknik Sipil di Universitas Parahyangan.

“Terlebih lagi pekerjaan Francisca dekat dengan kalangan debt collector yang mengurusi keuangan,” ujarnya.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai motif pembunuhan sadis yang terjadi pada 5 Agustus lalu itu. Namun polisi sudah menahan dua tersangka pembunuhnya.

Sisca dibunuh dengan cara dibacok kepalanya dan diseret dengan motor yang dikendarai oleh dua orang pria sampai sejauh 500 meter. Setelah itu, dia ditinggalkan begitu saja tergeletak bersimbah darah di jalan yang sepi. Sisca menghembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sementara itu, ibunda Sisca Yofie meninggal dunia pada tiga bulan yang lalu.

“Dia anak bungsu dari 5 bersaudara. Ayahnya meninggal sudah cukup lama dan ibunya tiga bulan yang lalu karena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut,” kata Yudi.

Menurut Yudi, satu minggu sebelum kejadian tersebut Sisca datang ke makam sang ibu untuk menyekar.

Dia mengatakan bahkan Sisca sempat memberikan uang atau upah kepada penjaga pemakaman yang rajin membersihkan makam ibunya. “Sisca memang terkenal sebagai gadis yang baik dan tidak pelit.”

Sejauh ini, Sisca tidak pernah memiliki masalah dengan seluruh keluarganya karena Sisca dikenal sebagai anak yang mandiri.

Sisca telah dimakamkan di TP Kristen Pandu dipimpin pendeta Gideon Eddy dari Gereja Utusan Pantekosta.

“Kata penjaga makam disitu, baru seminggu yang lalu dia nyekar dan sekarang malahan Sisca sendiri yang dimakamkan disini,” ujarnya. (JIBI/Bisnisjabar.com)

 

Editor: Linda Tangdialla

KOMENTAR