facebook twitter rss

PEMBUNUHAN SISCA YOFIE: 2 Tersangka Pelaku Diikuti Arwah Sisca

Newswire Rabu, 14/08/2013 10:28 WIB
Sisca Yofie/Jibiphoto
Jibiphoto
Sisca Yofie

Kabar24.com, JAKARTA— Dua tersangka pembunuhan Fransisca Yofie alias Sisca, Ade dan Wawan mengaku merasa diikuti arwah korban. Hal itulah yang mendorong tersangka menyerahkan diri.

Kedua tersangka,  Ade, 24, dan pamannya, Wawan, 39, mengungkapkan hal itu saat  dipertemukan, Selasa (13/8) di Aula Markas Kepolisian Resor Kota Besar Bandung.

Kedua tersangka,   menurut Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno telah mengakui menjambret lalu membunuh Branch Manager PT Venera Multi Finance itu secara sadis, Senin (5/8) lalu.

Paparan itu rupanya dijadikannya legitimasi untuk menyatakan tak adanya bukti keterlibatan perwira menengah Polda Jabar yang semula dikabarkan menjalin asmara dengan Sisca dalam pembunuhan sadis tersebut.

Beredar kabar penyidik Polrestabes Bandung menemukan foto mesra Sisca dengan Kompol A, perwira polisi yang bertugas di Polda Jawa Barat. Foto tersebut ditemukan di kamar indekos yang disewa Sisca di Jl. Setra Indah Utara No 11, Kota Bandung.

Kompol A yang sudah memiliki istri itu, bahkan diakui Sutarno pernah menyuruh anak buahnya, Brigadir E, untuk mengikuti Sisca. “Tapi, tidak ada kaitan Kompol A dengan kematian Sisca,” tegasnya seraya menegaskan bahwa Wawan dan Ade tak menunjukkan indikasi sebagai orang suruhan yang diminta menghabisi Sisca oleh seseorang.

Wawan, menurut dia bahkan telah mengakui dan menyesali perbuatan sadisnya menyeret korban hingga sekitar 1 km. Wawan, masih menurut Sutarno, mengaku dia dan Ade minum minuman keras sebelum beraksi.

“Ketika berhenti sebentar di pos kamling, saya minum bir dan pil mercy. Namun memang saya sudah mabuk dari siang. Saya suruh juga Ade minum bir. Ya, biar lebih berani, ” aku Wawan yang dihadirkan dalam gelar perkara itu.

Wawan pada mulanya mengaku dia mengajak keponakannya mengambil proposal pembangunan masjid di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. “Ade terus membawa motornya. Tapi setelah itu ternyata saya mengajak Ade menjambret. Dia sempat menolak. Tapi saya mengancam Ade pakai golok yang dikeluarkan dari dalam tas supaya mengikuti perintah,” katanya.

Lalu apa alasan Ade menyerahkan diri? Pemuda itu menyesal. Lagi pula, imbuhnya, dia merasa diikuti arwah Sisca. “Saya takut karena dibayang-bayangi korban terus,” ujar Ade di hadapan wartawan.

Ketakutan yang sama juga dialami Wawan. Karena merasa ketakutan, pria yang bekerja sebagai pengepul rongsokan dan pengrajin air brush itu kemudian membuang hasil jambretan berupa iPhone di daerah Saguling.

“Saya ngebuang karena takut. Diikuti korban terus,” ungkapnya. (JIBI/Solopos.com/Antara)

Editor: Nancy Junita

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR