facebook twitter rss

Inilah Profil Cewek Perusak Rumah Adiguna Sutowo

Reni Efita Hendry Selasa, 29/10/2013 14:44 WIB
Ilustrasi/benzinsider.com
benzinsider.com
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA— Perusakan pagar rumah dan tiga mobil mewah yang di parkir di rumah  Vika Dewayani, yang disebut-sebut isteri kedua  pengusaha Adiguna Sutowo, di Jalan Pulomas Barat VII Blok D2, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur menjadi buah bibir masyarakat. Bagaimana psikolog  melihat kejadian tersebut?

Psikolog  Klinis Clinical & Forensic Psychologist Kasandra &Associates, A Kasandra Putranto, menilai kejadian itu terjadi karena faktor marah yang berhubungan  dengan janji yang tidak  sesuai dengan kesepakatan, sehingga  timbul gejolak emosi  yang diungkapkan dengan perbuatan untuk memperoleh kepuasan.

Kejadian itu, katanya, bukan disebabkan pelakunya stres, tapi  marah yang berhubungan dengan psikologis.  Marah, kata Kasandra, disebabkan karena konflik janji. 

Menurutnya, stres  terjadi pada setiap orang. Penilaian stres  bisa  obyektif, karena ada orang yang menyikapi stres dengan positif,  maka dengan stres menjadi tantangan baginya, sehingga berusaha untuk lebih baik.

Sebaliknya, stres itu bisa  pula berpengaruh negatif  yang mengakibatkan  kondisinya menurun. Persepsi stres berbeda-beda. Orang yang mengalami kondisi yang sama, maka  hasil berbeda, tergantung bagaimana cara menyikapinya.

Lalu kondisi pribadi, katanya,  juga tidak  sama menyikapinya. Bisa subyektif, karena  punya indikasi yang kondisi pribadi  yang khas. Bisa juga kecenderungan punya kondisi psikotik,  atau neorotik. Kalau seorang stres yang  subyek negatif, maka dia  akan menangis. Berbeda dengan emosi yang negatif, dia akan mengamuk, dan marah.

Dari pandangan  Kasandara yang juga dosen psikologi di Universitas Al Azhar dan Unversitas Pancasila  profil pelaku perusakan itu adalah:

1.Pelakunya seorang perempuan, karena menabrakkan  mobil, dan kejadiannya di rumah perempuan. Pelakunya tidak mungkin laki-laki, karena  laki-laki biasanya sayang dengan mobil

2. Pelakunya orang berpunya, karena dia meninggalkan mobil yang digunakan untuk menabrak mobil yang parkir di rumah itu.  Kalau pelakukanya orang yang tidak punya sudah pasti tidak akan  meninggalkan mobilnya.

3.Pelaku tak merencanakan dan meninggalkan barang bukti seperti mobil yang dia gunakan untuk menabrak mobil itu, sehingga sidik jarinya mudah diketahui dari mobil yang   digunakannya itu. Sopirnya juga ditinggal, sehingga mudah dapat mendapatkan informasi.

4.Perlu pula diselidiki tentang rem dari mobil Mercy yang digunakan oleh si pelaku.  Apakah ada masalah dengan mobil itu seperti remnya  blong atau tidak. (Kabar24.com)

Editor: Nancy Junita

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR