facebook twitter rss

LELANG JABATAN ALA JOKOWI

Jabatan Walikota Akan Dilelang Juga

Akhirul Anwar Kamis, 27/06/2013 20:26 WIB
Jokowi dalam peluncuran MRT/Antara
Antara
Jokowi dalam peluncuran MRT

KABAR24.COM, JAKARTA—Lelang jabatan ala Jokowi tak berhenti di lurah dan camat saja. Jabatan walikota pun akan dilelang juga.

Tentang lelang jabatan untuk walikota itu disampaikan Jokowi ketika berpidato pada pelantikan lurah, camat, dan pejabat eselon tiga dan empat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta hari ini, Kamis (27/6).

Ratusan pejabat eselon III dan eselon IV lingkungan Pemprov DKI Jakarta memadati lapangan depan Balai Kota DKI menyambut Gubernur mengambil sumpah dan pelantikan jabatan tadi pagi. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang Jabatan yang secara mendadak dipercaya Gubernur Joko Widodo untuk menduduki posisi strategis.

Hari itu Jokowi sengaja ‘menjemur’ 415 pejabat hasil program terobosan berupa seleksi dan promosi terbuka atau lelang jabatan. Meliputi pejabat eselon III sebanyak 78 orang terdiri 44 camat dan 34 orang pejabat Asisten Sekretaris Kota, Kepala Bagian dan Kepala UPT. Sedangkan pejabat eselon IV sebanyak 337 orang terdiri 164 lurah dan 73 bukan lurah tersebar di sejumlah SKPD.

Saking banyaknya pejabat yang dilantik, Pendiri Museum Rekor Indonesia Jaya Suprana menobatkan dalam rekor Muri Nasional Dunia. Pasalnya belum ada di bumi nusantara bahkan di dunia seorang Gubernur melantik 415 pejabat sekaligus.

Sejarah yang ditorehkan Pemprov DKI ini sekaligus membuktikan bahwa posisi strategis diseleksi secara terbuka yang artinya semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memenuhi persyaratan berkesempatan untuk dipromosikan. Sekalipun seorang dokter kalau memang dinyatakan mampu memimpin kecamatan, Jokowi mempersilahkan untuk jadi Camat.

Seperti halnya dialami Kepala Puskesmas Grogol Petamburan Lola Novita yang kini menjabat sebagai Camat Senen Jakarta Pusat. Mungkin apabila tidak ada program lelang Jabatan ini tidak mungkin seorang kepala Puskesmas langsung naik tangga menjadi Camat, sebuah lompatan yang luar biasa.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga menuturkan seleksi dan promosi terbuka ini memperkecil stigma lama bahwa untuk menduduki jabatan tertentu harus dekat dengan pemimpin. Tetapi pejabat yang terpilih melalui beragam tes berdasarkan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. “Bukan hubungan kedekatan ini itu,” katanya seusai pelantikan.

Misalnya seorang Kepala Puskesmas apabila tidak ada lelang jabatan tidak mungkin bisa lompat begitu banyak untuk menjadi Camat. Minimal 8 tahun atau sesuai pengabdian baru bisa menduduki posisi camat. “Ini lompatan, upaya sistematik dan rasional untuk kaderisasi dan regenerasi,” terangnya.

Sukses melaksanakan lelang jabatan ini, kata Made, Pemprov akan melanjutkan untuk jabatan yang lain. Paling dekat adalah lelang jabatan Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah dan Kepala Rumah Sakit dengan harapan menghilangkan stagnasi.

Gubernur Joko Widodo mengapresiasi lurah dan camat terlantik untuk bekerja sesuai tupoksi masing-masing. Pekerjaannya mengatasi masalah kecil seperti penumpukan sampah selokan, penataan Pedagang Kaki Lima, kemacetan lalu lintas masing masing dan penertiban parkir liar. “Tertibkan masalah kecil, kalau yang besar urusan kita Gubernuran,” ucapnya.

Dalam enam bulan ke depan para pejabat ini akan dinilai melalui indeks government service guna menilai pelayanan kepada masyarakat apakah baik, sedang atau buruk. Apabila masyarakat menyatakan buruk yang bersangkutan digeser menduduki jabatan lain.

Sistem regenerasi posisi strategis ini, kata Jokowi, juga akan diterapkan pada jabatan Kepala Dinas dan Walikota. “Nanti ada babak kedua bisa kepala puskesmas, bisa walikota, bisa kepala dinas,” katanya. (JIBI)

Editor: Linda Tangdialla

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR