facebook twitter rss

Kepala Sekolah Negeri di Jakarta Bersiaplah Dilelang

Newswire Sabtu, 13/07/2013 10:06 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo/Antara
Antara
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

Kabar24.com, JAKARTA— Kepala sekolah negeri di Jakarta bersiap-siaplah berkompetisi lewat ajang lelang jabatan. Pasalnya, Rencana lelang kepala sekolah untuk sekolah negeri di Jakarta menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih diperhitungkan.

Dia menyebut bahwa rencananya tersebut masih akan menunggu hasil evaluasi dari hasil seleksi dan promosi jabatan terbuka beberapa waktu lalu.

"Masih evaluasi hasil camat lurah dulu," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (12/7).

Dikatakan, keputusan soal lelang jabatan tersebut belum final, karena beberapa jabatan seperti Kepala Puskesmas, Kepala Seksi dan Kepala Kamar Dagang juga direncanakan akan dilelang.

"Belum tahu apakah Puskesmas, Kepala Sekolah, Kepala Seksi atau Kadin," kata Jokowi.

Pelaksanaan lelang untuk jabatan-jabatan tersebut bertujuan untuk mendapat pejabat yang memiliki kompetensi dibidangnya masing-masing.

"Misalnya leadership, kemampuan manajemennya, itu yang dibutuhkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menyebut bahwa lelang kepala sekolah akan dilakukan pada akhir tahun ini.

"Lelang kepala sekolah, mungkin akhir tahun ini. Untuk semua sekolah negeri. Hari ini dirapatkan badan kepegawaian, biro ortala, dan biro hukum," kata Taufik di Balaikota DKI Jakarta.

Pelelangan Kepala Sekolah tersebut bertujuan sebagai bentuk transparansi pendidikan karena selama ini, penunjukkan Kepala Sekolah dilakukan oleh Kepala Sekolah sebelumnya.

"Masa jabatan kepala sekolah paling tidak empat tahun sebelum masa pensiun, umur 60 tahun," katanya.

Kepala sekolah hasil lelang tersebut diharapkan menjalankan fungsi manajerial, advisor, leader, inspirator, dan tentutanya organisator pada sekolah yang akan dipimpinnya kelak.

Proses seleksi untuk Kepala Sekolah seperti talent mapping, tes potensi akademik, visi misi, tes wawancara, dan psikoter. Seleksi tersebut juga dilakukan dengan sistem terbuka namun terbatas. Dia juga menyebutkan ada beberapa persyaratan untuk pendaftar.

"Mereka yang bisa mendaftar adalah guru berpotensi, guru berprestasi, wakil kepala sekolah, atau kepala sekolah. Syarat berikutnya pengalaman mengajar," tambahnya. (Antara)

Editor: Nancy Junita

KOMENTAR