facebook twitter rss

KARIER PNS DKI: Jangan Bicara Agama Dengan Ahok

Rustam Agus Selasa, 27/08/2013 09:59 WIB
Wagub DKI Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama/Antara
Antara
Wagub DKI Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama

Kabar24.com, JAKARTA - Jangan bicara agama dengan Ahok saat "ngomongin" soal karier PNS.

Bagi Wakil Gubernur DKI Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama, karier pegawai negeri sipil alias PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta tidak ditentukan berdasarkan faktor SARA seperti suku, agama, ras, dan antargolongan.

Namun, tegas Ahok, karier seseorang akan ditentukan oleh kinerja, kemampuan, latar belakang pendidikan, serta seleksi dan promosi terbuka.

"Kita tidak boleh menentukan nasib pegawai karena primordial atau agama. Tidak ada di Republik ini seperti itu! Kita harus berdasarkan konstitusi,” ujarnya seperti dikutip situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Senin (26/8).

Ahok mengatakan, kebijakan tersebut juga akan diterapkan terhadap Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli yang nonmuslim.

Walaupun, sejumlah pihak menolak Susan dengan dalih beda agama tetapi keputusan Gubernur Joko Widodo sudah sesuai amanat konstitusi.

“Jadi kita sudah jelas. Kita bekerja berdasarkan konstitusi bukan konstituen. Warga mana yang menolak? Kalau ngomong tolak juga, Pak Gubernur dan saya di sini didukung sekitar 52,7%," tutur Ahok.

Dia menambahkan "Kalau Anda mau ngumpulin sejuta orang nolak saya, ya pasti ketemu lah.”

Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, kepercayaan setiap orang di Indonesia pada umumnya ditentukan karena mengikuti agama orangtua. Bahkan dirinya telah mengecek latar belakang orangtua Susan Jasmine.

“Ayah Susan itu Muslim lho. Saya pernah cek itu. Jangan pernah menentukan karier orang berdasarkan hal itu. Ya, kalau ada petisi dari satu juta orang Jakarta dikumpulin bisa dan cukup," ungkapnya.

Namun, Ahok menegaskan, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Jokowi bersama dirinya tidak akan menerapkan hal tersebut.

"Tapi apakah seperti itu? Kan tidak bisa. Kita sudah pilih prinsip demokrasi untuk itu. Kalau mau terbuka ya.. lakukan sistem seperti ini,” tuturnya. (JIBI/Bisnis.com)

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR