facebook twitter rss

9 Perusahaan Di Batam Lalai Mengelola Limbah

Andhina Wulandari Kamis, 05/01/2012 17:22 WIB
BATAM: Ada 9 perusahaan di Kepulauan Riau yang masuk dalam peringkat merah karena dianggap lalai dalam pengelolaan lingkungan hidup. Berdasarkan hasil program For Pollution Control, Evaluation, And rating (Proper) periode 2010-2011 Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), 9 perusahaan yang dimaksud adalah: • PT PLN (Persero) PLTD Batam (energi PLTD) • PT Greenindo Tritama (pengolahan B3) • PT Desa Air Cargo (pengolahan B3) • PT Batam Slope Sludge Treatment Center (pengolahan B3) • PT Aker Solutions (pengolahan logam) • PT Indotirta Suaka (peternakan) • RS Awal Bros (rumah sakit) • RS Otorita Batam (rumah sakit) • PT Batamindo Investment Cakrawala (kawasan industri). Kesembilan perusahaan tersebut masuk dalam kategori merah karena upaya pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan, tidak sesuai dengan persyaratan yang telah diatur dalam Undang-Undang. Sedangkan pihak Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Batam menganggap pihaknya sudah kerap melakukan sosialisasi mengenai aturan pengelolaan lingkungan hidup. “Selama ini sudah sering mengingatkan,” kata Dendi N Purnomo, Kepala Bapedal Batam. Namun menurutnya, hasil penilaian merah tersebut belum akan diberikan sanksi hukum. Baru ketika peringkatnya masuk ke kategori hitam, pihak Bapedal dan kepolisian dapat melakukan penyidikan. Selanjutnya, Dendi menjelaskan tentang labelisasi perusaahan berdasarkan lima kategori. Peringkat terbaik adalah label berwarna Emas yang diberikan kepada penanggung jawab usaha yang secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi dan/atau jasa. Kemudian disusul label Hijau, diberikan kepada penanggung jawab usaha yang melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyarakatkan dalam peraturan. Termasuk didalamnya memanfaatkan sumber daya secara efisien melalui upaya 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Recovery). Lalu label Biru, diberikan kepada penanggung jawab usaha yang telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan. Baru kemudian label Merah, diberikan kepada penanggung jawab usaha yang upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukannya tidak sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dan peringkat terburuk adalah label Hitam, diberikan kepada penanggung jawab usaha yang sengaja melakukan perbuatan atau melakukan kelalaian yang mengakibatkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan serta pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan atau tidak melaksanakan sanksi administrasi. Dendi mengharapkan selanjutnya kesembilan perusahaan ini dapat memperbaiki kinerja mereka supaya tidak turun peringkat menjadi kategori hitam. (kepri/aw)

Editor: Andhina Wulandari

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR