facebook twitter rss

GAS RUMAH KACA: Jakarta Jadi Model Penurunan Emisi

Saeno Jum'at, 10/02/2012 14:08 WIB
AMBON: Konsep penurunan emisi Gas Rumah Kaca yang diterapkan Provinsi DKI Jaya dinilai sebagai yang terbaik. Karena itu, Jakarta pun dijadikan model bagi gerakan serupa di seluruh provinsi lain di Indonesia. Keputusan tersebut disepakati saat rapat kerja nasional III Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda se-Indonesia di Ambon, 8 - 10 Februari 2012, kata Ketua Asosiasi Bappeda se- Indonesia, Deny Juanda Puradimaja, hari ini. DKI Jaya, lanjut Deny, telah memprogramkan penurunan emisi GRK sejak 2009 dan menjadi anggota perhimpunan 40 kota megapolitan seluruh dunia atau C40. Jakarta memperoleh manfaat dan pengalaman dari pelaksanaan program pembiayaan karbon dan peningkatan kapasitas atau Carbon Finance Capacity Building, CFCB. Bersama 8 kota lainnya di dunia, Jakarta juga menjadi salah satu dari sembilan kota yang terpilih memperoleh bantuan teknis program CFCB selama tiga tahun. Delapan kota lainnya itu adalah Sao Paolo, Cape Town, Tshwane, Johanesburg, Dar Es Salam, Surat, Delhi, dan Quezon City. Karena itu, tidak mengherankan jika konsep dan pengalaman DKI Jaya bisa dipakai sebagai acuan untuk 32 provinsi lainnya dalam merealisasikan program penurunan emisi GRK. "Kami harapkan juga konsultan yang mendampingi DKI Jaya dalam melaksanakan program tersebut juga menerapkan hal yang sama di 32 provinsi lainnya, “ ujar Deny. Dengan begitu, lanjutnya, secara umum Indonesia memiliki konsep utama dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca. Bersamaan dengan itu, dalam tempo yang tidak terlalu lama, pemerintah provinsi pun dapat mendisain program penurunan emisi sesuai dengan karakteristik daerahnya masing-masing. Sementara itu, menurut Kepala Bappeda DKI Jaya Sarwo Handayani, dalam mengurangi emisi GRK, pemprov menerapkan pembangunan sekolah-sekolah berkonsep gedung hijau (green building). "Di Korea Selatan konsep kota hijau sudah dimulai dengan bangunan publik sederhana seperti sekolah dan puskesmas. Jakarta sudah dimulai dengan satu Puskesmas di Kecamatan Kemayoran," katanya. Gedung hijau tepat dimulai dari sekolah, lanjutnya. Terlebih, pengeluaran energi di sekolah diakuinya tidak sebesar pemakaian energi perkantoran. (ant/sae)

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR