facebook twitter rss

KENAIKAN BBM: Sikap PKS Tergantung Perkembangan

Saeno Senin, 26/03/2012 13:26 WIB
John Andhi Oktaveri/JIBI/Bisnis JAKARTA: Kalau pun ada ancaman agar PKS keluar dari Setgab, posisi PKS yang menolak kenaikan BBM masih belum berubah. “Kami masih pada posisi itu (menolak), tergantung nanti perkembangan beberapa hari ke depan," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS, Mahfudz Siddiq, hari ini. Ia membantah kalau partainya mulai melunak dan menerima rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak. Menurutnya, kebijakan itu tetap memberatkan rakyat. Menurutnya, secara resmi PKS sudah menyampaikan pandangan secara tertulis kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada bagian lain, Ketua Komisi I DPR itu menyebutkan bahwa pemerintah belum perlu menaikkan harga BBM karena sesungguhnya postur anggaran di APBN masih bisa menutup kenaikan subsidi BBM. Menurutnya, kuatnya penolakan sebagian fraksi di DPR terhadap rencana keputusan pemerintah itu akan membuat pengambilan keputusan soal APBN Perubahan kemungkinan mundur. Setidaknya masih ada dua hal yang krusial, yakni keberatan sejumlah fraksi mengenai opsi kenaikan harga BBM dan terkait dengan skema Bantuan Langsung Tunai (BLT), katanya. "Badan Anggaran masih belum ada keputusan. Terakhir ada dua opsi, dan opsi ini yang masih dikaji oleh fraksi-fraksi termasuk PKS," ujar Mahfudz. Saya kira itu bagus saja untuk memberi waktu bagi fraksi-fraksi mendalami lebih jauh untuk mencari opsi yang terbaik,” katanya menjelaskan. Dia juga membantah kalau partainya mulai melunak karena adanya ancaman dikeluarkan dari koalisi dan reshuffle sejumlah menteri oleh Partai Demokrat. "Itu tidak ada kaitannya, kalaupun ada tidak ada kaitannya," katanya. Secara terpisah Ketua Fraksi Partai Demokrat, Jafar Hafsah mengatakan kalau berada dalam koalisi pemerintahan, seharusnya PKS menerima kebijakan pemerintah tersebut. Jafar mengatakan dalam rapat-rapat sebelumnya partai tersebut tidak menolak rencana tersebut, namun terakhir menolaknya . “Kalau tidak setuju, mestinya PKS berada di luar Setgab,” ujar Jafar menegaskan. Sebelumnya Wakil Presiden Boediono mengatakan, rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi per 1 April 2012 tidak semata demi mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. (sae)

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR