facebook twitter rss

DEMO BBM: Ratusan Toko di Medan Tutup

Andhina Wulandari Selasa, 27/03/2012 07:11 WIB
(ilustrasi demo bbm)
ilustrasi demo bbm)
Newswire MEDAN: Ratusan pertokoan di Kota Medan tutup, saat berlangsungnya aksi unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Senin, 26 Mar. Pemilik pertokoan yang tidak mau membuka usahanya itu, merasa takut terjadi hal-hal tidak diinginkan yang mungkin terjadi saat para pengunjuk rasa dalam keadaan marah atau emosi. Lokasi pertokoan yang kelihatan tertutup itu, yakni di Jalan Gatot Subroto, Jalan Ahmmad Yani Medan dan beberapa lokasi lainnya. Pertokoan di Jalan Gatot Subroto Medan banyak yang tutup, karena lokasi Bundaran Majestik di daerah itu dijadikan tempat pengunjukrasa menyampaikan aspirasi dan orasi mereka. Para pengusaha berupa toko elektronik, keramik, toko pakaian dan toko sembako, jelas tidak ingin menanggung risiko kalau terjadi keributan dan kerusuhan yang dilakukan oleh pengunjuk rasa. Para pendemo yang menyampaikan orasinya di Bundaran Majestik itu, yakni mahasiswa Dharma Agung (UDA), Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan kelompok mahasiswa lainnya. Salah seorang pengusaha kedai minuman di Jalan Ahmad Yani, Menwa (47) mengatakan, dirinya terpaksa menutup usahanya sementara waktu, karena takut menjadi korban para pengunjukrasa tersebut. Sebenarnya, kata dia, usaha minumannya itu sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB buka seperti biasanya. Namun pada pukul 11.00 WIB, terpaksa ditutup, karena ratusan pengunjuk rasa yang titik kumpulnya berada di Lapangan Merdeka Medan melewati Jalan Ahmad Yani. Mereka kemudian menuju ke kantor DPRD Sumut dan bundaran Majestik Jalan Gatot Subroto Medan sebagai tempat mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka. Sementara itu, saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Medan, para mahasiswa, buruh, petani dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyampaikan aspirasi ke kantor DPRD Sumut, kantor Gubernur Sumut, Bandara Polonia Medan, Lapangan Merdeka dan Bundaran Majestik Jalan Gatot Subroto Medan. (Ant/aw)

Editor: Andhina Wulandari

KOMENTAR