facebook twitter rss

GENSET 'Selamatkan' Soekarno-Hatta

Saeno Rabu, 25/04/2012 19:45 WIB
Berliana Elisabeth S./JIBI/Bisnis Andai PT Angkasa Pura II tak memiliki generator pembangkit listrik di saat darurat, padamnya listrik di sebagian wilayah Jakarta hari ini akan jadi petaka bagi Bandara Soekarno-Hatta. Walhasil, berkat delapan genset yang memback-up jalur-jalur prioritas, meski pasokan arus listrik PLN sempat terhenti selama lebih dari 1 jam, pelayanan operasional penerbangan dan pelayanan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta tidak terkendala. Kedelapan genset itu menjadi pendukung untuk antara lain jaringan teknik keselamatan penerbangan (radar, tower, transmiter, dll) sebesar 3×850 Kilo Volt Ampere (KVA), jaringan prioritas operasional pelayanan di terminal penumpang (check-in, x-ray, bagasi, garbarata, Flight Information Diplay System (FIDS), dll) sebesar 3×1600 KVA, serta Terminal 3 sebesar 2×2000 KVA. ”Jadi, tepat ketika pasokan listrik dari PLN terhenti di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 13.18 WIB, seluruh genset yang kami miliki itu langsung bekerja secara otomatis untuk menyalurkan arus ke titik-titik prioritas,” ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Hari Cahyono. Ia menambahkan, untuk jalur-jalur non-priority, selama pemadaman dari PLN berlangsung tidak ada arus cadangan yang mengalir. Jalur-jalur non-priority itu adalah kawasan Terminal Kargo serta kios-kios tenant, sejumlah lampu dan pendingin ruangan (AC) di terminal. “Jika ada kekurangnyamanan penumpang akibat kondisi ini, kami memohon maaf,” imbuh Hari. Menurut Hari, pasokan listrik PLN mulai mengalir lagi ke Main Power Station (MPS) Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.00 WIB dengan tegangan sebesar 17 Kilo Volt (KV). Namun, mengingat tegangan yang dibutuhkan sebesar 20 KV, suplay listrik yang ada tersebut tetap belum dapat dipergunakan. ”Tegangan arus listrik yang dipasok PLN ke Soekarno-Hata berhasil mencapai 20 KVA tepat pada pukul 14.32 WIB, dan langsung kami salurkan ke seluruh fasilitas secara merata,” tambah Hari. Untuk mengantisipasi, pihak Angkasa Pura II tetap menghidupkan genset sampai PLN memastikan pasokan tidak akan terganggu lagi. Menurutnya, kebutuhan pasokan listrik Bandara Soekarno-Hatta dari PLN setiap harinya sebesar 35 Mega Volt Ampere (MVA) dengan besar tegangan sebesar 20 KV melalui Gardu Induk Batujaya Tangerang. Sesuai skema Grand Design pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, kapasitas Main Power Station akan dikembangkan dari 35 MVA menjadi 60 MVA. (sae)

Editor: Saeno

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR