facebook twitter rss

1.000 Buruh Makassar Tuntut Upah Layak Nasional

Saeno Selasa, 01/05/2012 15:49 WIB
ilustrasi-Antara
lustrasi/Antara
Hendra Nick Arthur MAKASSAR: Sebanyak 1.000 buruh menuntut kenaikan standar upah layak nasional yang selama ini dianggap tidak sesuai dengan acuan standar penetapan upah minimum provinsi maupun kabupaten/kota di daerah tersebut. Koordinator Region Sulawesi Pengurus Pusat Federasi Nasional Perjuangan Buruh Indonesia Muhammad Anshar, mengatakan aksi ini akan berlangsung selama dua hari hingga 2 Mei besok dan hal ini telah dilaporkan ke aparat kepolisian. "Kami turun membawa tuntutan kaum buruh yang telah disepakati secara nasional yakni upah layak nasional. Karena acuan upah layak nasional Rp1,050 juta belum sesuai dengan kebutuhan daerah khususnya Sulawesi Selatan yang memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional," ujarnya, Selasa (1/5). Aksi buruh yang dimulai di fly over Makassar ini juga menuntut penghapusan tenaga kerja outsourcing. Mereka menilai, sistem pengupahan outsourcing ini sangat merugikan pekerja karena kerap digunakan perusahaan yang ingin menghindari UMP atau UMK yang ditetapkan pemda setempat. Buruh juga menolak kenaikan harga bahan bakar minyak dan dikembalikannya ayat yang disepakati dalam draft RUU APBN 2012. "Hal itu mesti diperhatikan pemerintah, karena penetapan pasal dalam ayat itu tidak berpihak kepada kalangan pekerja," ucap dia. Sementara itu, aparat kepolisian telah menyiagakan ribuan personel untuk mengawal aksi buruh di Makassar yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Organisasi buruh yang tergabung dalam KPW Partai Rakyat Demokratik Sulsel ini melakukan aksi long march menuju kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo. Kendaraan roda empat dan dua terpaksa dialihkan untuk menghindari kemacetan panjang di ruas jalan tersebut. (JIBI/K15/sae)

Editor: Saeno

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR