facebook twitter rss

RUU KEPERAWATAN Masih Buka Peluang Eksploitasi

Saeno Jum'at, 25/05/2012 14:30 WIB
Ilustrasi/Antara
Antara
Ilustrasi
R. Fitriana JAKARTA: Undang-Undang Keperawatan yang masih berada dalam tahap pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat dinilai masih membuka peluang bagi eksploitasi para perawat. Bahkan, rancangan undang-undang itu masih merupakan cerminan atau duplikat yang mirip dengan UU Kedokteran secara struktur. “RUU Keperawatan itu masih jauh dari harapan, karena masih membuka peluang terhadap eksploitasi terhadap para perawat,” ujar Poempida Hidayatulloh, anggota Komisi IX DPR dalam keterangan pers, Jumat (25/5). Poempida menyatakan masih diperlukan beberapa analisa yang lebih tajam untuk melengkapi RUU Keperawatan agar mendekati sempurna. Dia menambahkan RUU itu masih cenderung memberikan otoritas wewenang berlebih kepada suatu organisasi profesi yang akan dikuasai oleh kelompok tertentu. Selain itu, rancangan ketentuan itu cenderung menciptakan tata birokrasi yang tidak sederhana bagi para perawat, sehingga membuka peluang terjadinya eksploitasi perawat. Poempida menjelaskan, secara kasat mata profesi perawat memang selalu bersinggungan dengan profesi dokter. Tapi, secara filosofi keduanya tidak dapat disamakan. Sementara itu, Jamsari, peneliti Lembaga Katalog Indonesia menilai semangat RUU Keperawatan adalah mengatur anggota dan organisasi profesi untuk bekerja dan berperilaku secara profesional. Menurut dia, yang penting RUU itu tetap mengikuti tata aturan dalam penyusunan peraturan perundangan dan tidak menabrak rambu profesi lain. “Artinya, regulasi profesi tersebut betul-betul diperuntukkan bagi penguatan profesi agar bekerja dan berpraktik sesuai kewenangan yang berlaku,” jelasnya. (JIBI/sae)

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR