facebook twitter rss

TAWURAN DI BULUNGAN: Menanti Ft Alias Doyok Menyerah Atau Ditangkap!

Saeno Kamis, 27/09/2012 11:45 WIB
Ilustrasi/mnfccla.org
mnfccla.org
Ilustrasi
Saeno M Abdi JAKARTA – Kasus tawuran pelajar atau lebih tepatnya penyerangan yang dilakukan siswa SMA 70 terhadap siswa SMA 6 yang berlokasi berdekatan yakni Bulungan dan Mahakam masih menjadi berita menonjol sepanjang Rabu 26 September 2012. Tak lama setelah tawuran yang menyebabkan Alawy Yusianto Putra, siswa SMA 6 menjadi korban meninggal, orang lantas mencari tahu siapa pelajar yang “berani” melakukan pembacokan itu. Akhirnya, polisi mendapatkan indikasi bahwa pelaku adalah siswa SMA 70 berinisial Ft atau FR. Ft diduga melakukan pembacokan yang menewaskan Alawy. Belakangan foto Ft pun beredar di jejaring sosial.Bahkan di jejaring sosial itu dijelaskan bahwa Ft memiliki nama alias Doyok. Pejabat kepolisian di Polda Metro Jaya membenarkan bahwa foto yang beredar di twitter tersebut adalah Ft alias FR, siswa di SMA 70, Bulungan, Jakarta Selatan. Namun, hingga Rabu (26/9) malam aparat kepolisian dikabarkan masih melakukan pengejaran terhadap Ft alias FR itu yang diperkirakan sudah melarikan diri. Pasalnya, ia tidak ditemukan lagi berada di rumahnya, pihak SMA 70 pun disebut tidak mengetahui keberadaan Ft. Hal yang mencengangkan, ternyata FR diketahui memiliki catatan kriminal sebelumnya dan sempat dua kali tidak naik kelas di SMA 70. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Hermawan, pada Selasa 25 September, mengatakan, “Yang diduga pelaku berinisial FT, itu umurnya sudah dewasa dan dua kali tidak naik kelas.” Menurut Hermawan, kepada FT pernah disangkakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan bersama-sama dan pasal 351 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Namun, dalam kasus tersebut Ft lolos dari jerat hukum. Anehnya pelapor mencabut tuntutan kepada Ft. Tak ada penjelasan kenapa pelapor melakukan pencabutan tuntutan. Kali ini, Ft kemungkinan dikenai tuntutan yang hampir sama, yakni pasal 170 KUHP ayat 2 dengan ancaman 12 tahun penjara. Selain itu, pasal 351 ayat 3 karena menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman 7 tahun penjara dan pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Berikut kronologi kejadian tawuran antara siswa SMA 6 dan SMA 70 berdasarkan keterangan resmi polisi:
  • Lima murid SMA 6 makan gultik alias gulai tikungan.
  • Tiba-tiba mereka diserang oleh sekitar 20 siswa SMA 70
  • Kelima murid yang diserang kocar-kacir di kawasan bundaran Bulungan itu.
  • Tawuran berlangsung singkat, sekitar 15 menit.
  • Korban terluka bacok hingga tewas dari siswa SMA 6 bernama Alawi. Pelajar malang itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah, tapi nyawanya tak tertolong.
  • Sebuah arit dengan noda darah, tertinggal di lokasi. Untuk mencocokkan darah di arit dengan darah korban, barang bukti itu dibawa ke laboratorium forensik Polri.
Tersangka pembacokan Alawy Yusianto Putra, FT, hingga kini masih terus dikejar oleh kepolisian. Pihak berwajib pun meminta agar pihak keluarga tidak melindungi siswa SMA 70 itu. Lebih dari itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan FT agar segera menyerahkan diri untuk mempermudah penyelidikan terhadap tawuran dua SMA Negeri tersebut. Nah, Anda tahu atau punya informasi di mana Ft berada? Bantu polisi dengan mengabarkan keberadaan tersangka. (sae)

Editor: Saeno

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR