facebook twitter rss

JOKOWI GUBERNUR DKI: Betulkah Ahok Didanai Barisan Cukong?

Saeno Senin, 01/10/2012 19:30 WIB
Pendukung menunaikan nadzar usai pasangan Jokowi-Ahok unggul dalam Pilkada DKI putara kedua/Jibiphoto/Desi Suryanto
Desi Suryanto
Pendukung menunaikan nadzar usai pasangan Jokowi-Ahok unggul dalam Pilkada DKI putara kedua/Jibiphoto
Aries Susanto SOLO - Belum lagi duduk sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, pasangan Jokowi-Ahok harus menerima serangan. Tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta. Pria yang pernah menyandang gelar bapak reformasi ini menilai kemenangan Jokowi-Ahok bisa mengancam iklim demokrasi di Jakarta.
“Sebab, Ahok ini didukung pebisnis. Saya tak menyebutnya etnis,” kata Amien kepada Solopos.com sebelum membuka acara Rakerda DPD PAN Solo di Solo Inn, Sabtu (29/9). Menurut Amin, barisan pebisnis yang berdiri di belakang pasangan Jokowi-Ahok selama ini sangat berpotensi mencaplok kekuatan politik. Padahal, kata Amien, kekuatan pebisnis mestinya dikontrol oleh kekuatan politik untuk menciptakan iklim demokrasi yang segar. “Saya terus terang sangat khawatir. Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,” tegasnya. Amien melanjutkan, watak bisnis ialah profit dan kerap kali lupa norma hukum. Padahal, yang bisa mengingatkan bahwa bisnis keliru adalah kekuatan politik. “Namun, jika politik sudah dicaplok pebisnis, maka masa depan demokrasi di ambang kehancuran,” pesannya. Amien juga tak mau menyebut kemenangan Jokowi-Ahok sebagai kemenangan rakyat. Ia dengan tegas menyebutnya sebagai kemenangan mesin politik yang mampu membentuk opini publik. “85% media massa berpihak kepada Jokowi. Dan kenapa Fauzi tak bisa merebut media massa? Karena Foke nggak punya duit,” ujarnya. Di sisi lain, Amien kembali memuji Fauzi Bowo atau Foke. Menurut Amien, sikap Foke yang dengan terbuka mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi adalah contoh yang harus ditiru dalam Pilpres 2014 mendatang. “Itu pidato konsensus, contoh bagus untuk Pilpres mendatang,” paparnya. Ia mengingatkan, jika dalam 100 hari masa kepemimpinan Jokowi, Jakarta tetap banjir, macet, dan karut marut, Jokowi, kata Amien, dinilai hanya bisa mengumbar janji. Tapi, jika ada perbaikan, imbuhnya, mungkin kepemimpinannya masih ada gebrakan. “Jakarta itu tak seperti Solo. Jangan grusa-grusu,” paparnya. Tak hanya itu, Amien juga mengingatkan kepada insan pers agar tak hanya menjadi guard dog . Menurutnya, fungsi pers ialah watch dog atau anjing pengawas. “Yaitu, mengawasi kelalaian, mengawasi deviasi, kejahatan yang lahir dari perkawinan kekuatan politik dengan pebisnis itu,” pungkasnya. Pertanyaannya, betulkah Ahok dibekingi barisan cukong? Hingga saat ini belum ada jawaban atau bantahan. Apa tanggapan Anda? (JIBI/sae)

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR