facebook twitter rss

JOKOWI: Saya Tidak Anti Usaha Besar

Nancy Junita Selasa, 02/10/2012 16:47 WIB
Joko Widodo alias Jokowi/Jibiphoto
Jibiphoto
Joko Widodo alias Jokowi
JIBI SOLO— Menjelang pelantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober, Tim Bisnis berke­sem­patan mewawancarai Joko Wi­dodo di Lodji Gandrung, ke­­diaman resmi Wa­li Kota Solo, beberapa hari lalu. Berikut petikan wawancaranya: Bapak sering bilang akan memulai membangun Jakarta dari gang-gang sempit. Filosofinya apa? Memang mau kita balik. Yang dulu orien­tasinya selalu ke yang besar-besar, yang di Kuningan, Thamrin, Sudirman . Itu akan kita balik, dimulai dari kampung. Itu pembalikan yang riil, sehingga nanti akan kelihatan. Yang kita ambil seperti di wilayah Bukit Duri, Cakung, Penggilingan, nanti akan kelihatan keseimbangan pembangunannya. Kalau nggak seperti itu akan keliru, dan berbahaya bagi sebuah sistem sosial. Berbahaya sekali. Bisa suatu saat meletup kerusuhan sosial, kalau gap-nya tidak dihilangkan. Dan itu sudah saya sampaikan kepada investor yang gede-gede. Jangan keliru, saya tidak anti yang besar-besar. Nggak. Saya berikan peluang, tetapi yang dibikin mau dipakai di kampung-kampung. Jadi prinsipnya Bapak ‘tidak antiusaha besar’? Iya Respons mereka bagaimana? Ooh...mereka tepuk tangan. Saya bilang nanti swasta akan saya bantu dalam izin-izin. Sekarang ada yang 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun baru selesai. Saya bantu nanti 1 minggu selesai izinnya. Mereka tepuk tangan. Jadi nggak bener kalau ada yang bilang saya anti ini anti itu! Nggak mungkin saya ambil dari APBD, fasilitas infrastruktur nggak mungkin saya bangunkan. Sekarang coba lihat yang di Casablanca. Saya nggak mau . Kamu yang bikin di situ, fasilitas ya kamu dong yang bikin. Kalau ada hambatan di DPRD, bagaimana? Nggak.. saya akan bicara terbuka. Jika tidak setuju dengan kebijakan itu, silahkan berhadapan dengan rakyat. Hal yang prinsip, saya nggak mau . Saya akan tetap memberi peluang. Ada beberapa anggapan dari kalangan pelaku bisnis bahwa Bapak anti-establishment. Mereka tidak suka? Saya akan memberi peluang. , bukan anti, malah saya ingin meloncat. Dukungan dari swasta justru diperlukan. Contoh, Pelabuhan Tanjung Priok, berapa puluh tahun kayak gitu terus. Sudah ketinggalan sama Singapura, yang dulu sederajat dengan kita. China juga belajar semua dari kita. Eh, sekarang mereka sudah jauh berada di atas kita. Kenapa tidak, investor masuk ke infrasturktur, seperti pelabuhan, silahkan datang, saya kasih satu-satu. Kalau ada yang mau reklamasi di Jakarta Utara, membangun giant sea wall, silakan. ganggu lingkungan nggak? Kalau nggak, kira-kira apa yang memberikan kontribusi pada yang kecil. Bapak nggak khawatir nanti akan banyak lawan? Ooh, ndak..ndak...ndak. Saya jelaskan , businessman juga senang semua. Saya juga jelaskan waktu di Ancol . “Oh begitu Pak... setuju kita.” Cara berpikir saya, sekarang mereka paham. Karena waktu pilgub sering disebutkan banyak yang bilang saya antiinvestor atau antiswasta. Lha banyak yang nggak ngerti, saya tuh orang swasta. Saya jelaskan, saya tuh sudah jadi eksportir selama 23 tahun. Baru mereka ngerti dan berpikir. Jalan berpikir saya, juga paham. Kalau di swasta bicaranya untung-rugi, tetapi kalau di pemerintahan yang dipikirkan adalah melayani. Bedanya itu. Sisi pelayanan yang dikedepankan. Mengenai kemacetan, solusinya Bapak pernah bilang bukan memindahkan kendaraan, tetapi memindahkan mobilitas orang? Apa maksudnya? MRT , monorel, nanti kita kebut. MRT-nya, monorelnya akan kita bangun, busway-nya akan kita bangun. Harusnya kan sudah selesai 5 tahun lalu. Saya yakin dalam 5 tahun ini MRT atau monorel akan kelihatan. Proyek gede-gede dari investor akan kelihatan. Tapi yang dari APBD, saya akan masuk ke kampung, ke kampung, ke kampung. Saya akan bikin rusun berderet, gratis untuk warga. Pembangunan kota akan dimulai dari pembangunan kampung. Ini Ali Sadikin versi baru, MHT, Muhammad Husni Thamrin versi baru. Itu Bung Karno. Tapi problem di APBD itu kan habis untuk belanja pegawai. Pemda DKI kan punya 60.000 pegawai? Sama seperti di sinilah , nanti akan direstruktur keuangannya, restruktur APBD, orientasinya, semuanya akan kita ubah. Sudah ada titipan-titipan? Nggak ada titipan untuk saya, nggak berlaku. Kalau usul boleh, tetapi tidak menentukan. Titip usulan nggak papa. Usul boleh, tapi sori saya tidak bisa didikte untuk itu. Kalau masalah sosial, ada problem yang sangat krusial, tawuran pelajar? Itu kan sudah bertahun-tahun. Itu yang mati sudah berapa.  Itu nanti kerja lapangan. Operasi lapangan. Yang bolak balik saya sampaikan, intervensi sosial, ya seperti itu. Itu kerja lapangan. Termasuk premanisme? Ya, termasuk itu. (JIBI/nj)

Editor: Nancy Junita

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR