facebook twitter rss

JOKOWI GUBERNUR DKI: Kabar Lengkap Seputar Tuduhan Ahok Didanai Cukong

Andhina Wulandari Selasa, 02/10/2012 05:43 WIB
Ilustrasi/Jibiphoto
Jibiphoto
Ilustrasi
Andhina Wulandari JAKARTA—Pasangan Jokowi-Ahok kembali mendapat serangan, kini melalui pernyataan yang dilontarkan tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Pria yang pernah menyandang gelar bapak reformasi ini menilai kemenangan Jokowi-Ahok bisa mengancam iklim demokrasi di Jakarta. “Sebab, Ahok ini didukung pebisnis. Saya tak menyebutnya etnis,” kata Amien kepada Solopos.com sebelum membuka acara Rakerda DPD PAN Solo di Solo Inn, Sabtu (29/9). Menurut Amin, barisan pebisnis yang berdiri di belakang pasangan Jokowi-Ahok selama ini sangat berpotensi mencaplok kekuatan politik. Padahal, kata Amien, kekuatan pebisnis mestinya dikontrol oleh kekuatan politik untuk menciptakan iklim demokrasi yang segar. Amien juga tak mau menyebut kemenangan Jokowi-Ahok sebagai kemenangan rakyat. Dia dengan tegas menyebutnya sebagai kemenangan mesin politik yang mampu membentuk opini publik. “85% media massa berpihak kepada Jokowi. Dan kenapa Fauzi tak bisa merebut media massa? Karena Foke nggak punya duit,” ujarnya. Dia juga mengingatkan, jika dalam 100 hari masa kepemimpinan Jokowi, Jakarta tetap banjir, macet, dan karut marut, Jokowi, kata Amien, dinilai hanya bisa mengumbar janji. Tapi, jika ada perbaikan, imbuhnya, mungkin kepemimpinannya masih ada gebrakan. “Jakarta itu tak seperti Solo. Jangan grusa-grusu,” paparnya. Komentar Amien tersebut langsung mendapat kecaman dan sejumlah penghuni Twitter tak segan-segan memberi kiritikan pedas padanya. Terkait pernyataan terbaru Amien, sejumlah pihak menyayangkan pernyataan Amien tersebut. “Hilangnya Kharisma Politik Amien Rais,” tulis @m4ngU5il dalam Tweetnya. Imam Brotoseno lewat akun @imanbr menyebut “Amien Rais ini mencla mencle. Memang ada pilkada/pilpres yg gag pakai duit pengusaha? Dulu Amien pilpres pakai duit siapa? “ Tak beda jauh dengan @pradna, “*lha rumangsane Roro Jonggrang* Amien Rais : Jika dalam 100 hari Jakarta msh banjir, macet artinya Jokowi umbar janji” Sementara itu, DPRD Solo telah resmi merestui pengajuan pemberhentian diri Jokowi, yang masih menjabat sebagai Walikota Solo. DPRD Solo juga mengusulkan Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy), menjadi walikota ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Hal tersebut terungkap saat rapat paripurna digelar, Senin (1/10) malam, di Graha Paripurna DPRD Solo membahas permohonan pengunduran diri Jokowi serta pengusulan Rudy menjadi walikota. Rapat paripurna digelar setelah surat permohonan pemberhentian diri Jokowi disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto, kepada pimpinan DPRD Solo pada Senin pagi. Surat permohonan pemberhentian diri tersebut sudah disertai hasil penetapan KPU Jakarta terkait Pilkada DKI yang memenangkan Jokowi menjadi Gubernur DKI. (JIBI/aw)

Editor: Andhina Wulandari

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR