facebook twitter rss

KASUS HAMBALANG: Menanti Ledakan Baru dari KPK

Saeno Kamis, 11/10/2012 06:20 WIB
Ilustrasi-Anas Urbaningrum usai memberi keterangan kepada KPK terkait kasus Hambalang. Selain Anas, KPK juga meminta keterangan kepada Menpora Andi Mallarangeng dan sejumlah nama lainnya terkait kasus yang sama/Jibiphoto/Rahmatullah
Rahmatullah
Ilustrasi-Anas Urbaningrum usai memberi keterangan kepada KPK terkait kasus Hambalang. Selain Anas, KPK juga meminta keterangan kepada Menpora Andi Mallarangeng dan sejumlah nama lainnya terkait kasus yang sama/Jibiphoto
Saeno M Abdi JAKARTA -- Kabar tentang Komisi Pemberantasan Korupsi senantiasa berpotensi menjadi informasi yang penuh ledakan. Kabar terbaru adalah tentang tersangka kasus Hambalang, proyek pembangunan pusat olahraga di kawasan Bogor, Jawa Barat. Abraham Samad menyebut dari kasus proyek pusat pelatihan olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga senilai Rp2,5 triliun itu akan muncul tersangka baru. “Tunggu saja tanggal mainnya. Ingat lagu Krisdayanti, tahu enggak lagunya? Ya itu dia, Menghitung hari,” ujar Abraham, Selasa (9/10). Orang pun lantas menduga-duga, siapa yang akan dinobatkan KPK sebagai tersangka. Samad pun menjanjikan kejutan. “Perkembangan Hambalang, Insya Allah mudah-mudahan akan ada yang mengejutkan kita semua,” kata Abraham Samad. KPK, menurut salah satu bintang dalam episode KPK vs kepolisian beberapa hari ini, terus mendalami kasus tersebut. Lembaga antikorupsi itu mulai menyelidiki dugaan korupsi proyek Hambalang yang nilainya ditaksir sekitar Rp2,5 triliun sejak Agustus 2011. Sekitar 70 orang sudah diperiksa KPK antara lain mantan Kepala BPN Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR Ignatius Mulyono, Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat Munadi Herlambang, istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyya Laila, Menpora Andi Mallarangeng, dan Anas Urbaningrum sendiri. Dua nama terakhir sering menjadi sorotan publik. Namun Anas dan Andi telah berulang kali membantah mereka terkait dalam kasus tersebut. Anas diperiksa terkait kasus Hambalang pada 27 Juni 2012. Nama Anas berulang kali disebut mantan koleganya di Partai Demokrat, M. Nazaruddin, yang terlibat beberapa kasus korupsi. “Saya jelaskan, tidak tahu dan bagaimana proyek Hambalang itu,” kata Anas beberapa waktu lalu. Seperti halnya Anas, Andi yang juga sudah diperiksa KPK membantah mengetahui kasus korupsi di proyek Hambalang. Saat itu Andi mengaku pembangunan dan juga sertifikasi Hambalang sudah sesuai dengan prosedur. Kalau mengikuti sinyal dari Abraham Samad bahwa KPK akan mengumumkan sesuatu yang mengejutkan terkait dengan kasus Hambalang, wajar kalau publik nantinya mempersepsikan bahwa tersangka baru adalah tokoh besar di negeri ini. Lantas siapa? Publik pun dipersilakan bersabar sambil berkaraoke mendendangkan syair Menghitung Hari. Barangkali Abraham Samad dan KPK tengah menyiapkan waktu dan cara yang tepat untuk melemparkan pernyataan yang akan menjadi ledakan baru di Indonesia. (sae)

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR