facebook twitter rss

KASUS UANG PALSU Hancurkan Perekonomian Nasional

Kamis, 11/10/2012 17:50 WIB
Ilustrasi/Jibiphoto
Jibiphoto
Ilustrasi

Hedi Ardia

BANDUNG-- Kasus kriminal uang palsu semakin mengkhawatirkan setiap tahunnya dan diduga tujuannya lebih mengarah ke politis, yakni bertujuan menghancurkan perekonomian nasional.

Sekretaris Umum Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal), Brigjen Tjetjep Agus S, mengatakan selama 2012 pihaknya mencatat Rp5 miliar uang palsu yang terdiri dari pecahan Rp100.000 sebanyak 61.000 lembar.

"Tujuan pembuatan uang palsu bukan sekadar untuk memperkaya diri sendiri, tapi juga untuk menghancurkan perekonomian secara politis,"   ujarnya saat menjadi pembicara dalam Semiloka dan Diskusi Panel Tentang Penanggulangan Pemalsuan Uang Rupiah di Kantor Bank Indonesia Wilayah IV Jabar-Banten, Kamis (11/10).

Menurutnya, tanggung jawab terhadap kejahatan pemalsuan uang bukan hanya tugas Bank Indonesia dan pihak kepolisian, tetapi perlu keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi kejahatan tersebut.

Untuk itu, katanya, semua pihak diminta ikut memerangi kejahatan pemalsuan uang rupiah agar peredarannya dapat dicegah dan dikurangi. Masyarakat yang menemukan uang palsu diminta untuk segera melaporkannya.

"Dalam upaya menangkal peredaran uang palsu di masyarakat, beberapa prinsip dasar perlu diperhatian dengan menciptakan uang rupiah baik kertas maupun logam yang mempunyai kualitas pengamanan yang sempurna dan berteknologi tinggi sehingga sulit untuk ditiru," tuturnya.

Dia menambahkan peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah harus digencarkan baik melalui sosialisasi dan penyebaran brosur ataupun iklan di media massa.

"Seluruh masyarakat wajib mengetahui ciri-ciri keaslian uang rupiah," pungkasnya. (JIBI/nel)

Editor:

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR