facebook twitter rss

POLISI MALAYSIA Tembak Mati 151 WNI Dalam 5 Tahun, KBRI Pertanyakan SOP

Saeno Kamis, 25/10/2012 20:00 WIB
Ilustrasi-Foto dua TKI yang tewas ditembak polisi Malaysia/Antara
Antara
Ilustrasi-Foto dua TKI yang tewas ditembak polisi Malaysia

Newswire

 

KUALA LUMPUR - Dalam kurun 5 tahun, sedikitnya 298 orang yang diduga sebagai penjahat telah ditembak mati oleh Polisi Diraja Malaysia.
Menurut media massa setempat, sebagian besar dari korban penembakan adalah Warga Negara Indonesia.
Terkait hal itu Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia akan mempertanyakan prosedur operasi standar Polis Diraja Malaysia dalam menangani pelaku kejahatan.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Penerangan, Sosial, Budaya KBRI di Kuala Lumpur, Suryana Sastradiredja, di Kuala Lumpur, Kamis (25/10).

Terakhir pada September 2012, pihak kepolisian Malaysia menembak mati WNI asal Batam, Kepulauan Riau, dan seorang asal Madura, Jawa Timur.

Polisi Malaysia mengklaim para korban ditembak karena dipergoki akan merampok, bahkan penembakan itu dilakukan dengan alasan mereka menembaki polisi sebelum tewas.

Malaysia memiliki Internal Security Act yang juga menyentuh kebebasan berekspresi dan pemberitaan media massa negara kerajaan itu.

Berdasar catatan polisi seperti dikutip dari The Star Online, Rabu (24/10), sebanyak 296 laki-laki dan dua perempuan berusia antara 16 hingga 60 tahun ditembak polisi sejak 2007 hingga Agustus 2012. Sebanyak 13 di antaranya berusia di bawah 20 tahun.

Dari jumlah tersebut, 134 orang merupakan warga Malaysia, 151 WNI, lima warga Vietnam, tiga warga Myanmar, dua warga Thailand, satu warga Nigeria, satu warga Liberia, dan satu lagi tidak diketahui kewarganegaraannya.

Menyambung soal tembak mati tersebut, kata Sastradiredja, KBRI di Kuala Lumpur juga akan meminta klarifikasi mengenai data WNI yang tertembak mati itu; mulai nama, kapan dan di mana penembakan terjadi, hingga waktu penguburan korban tewas tersebut.

"Semua itu kami akan mintai klarifikasinya," tegas dia. (Antara/sae)

Editor: Saeno

KOMENTAR