facebook twitter rss

KASUS KORUPSI HAMBALANG: Nazaruddin Tuduh Mahyudin Terima Rp10 Miliar

Andhina Wulandari Kamis, 08/11/2012 11:23 WIB
Proyek Hambalang/Jibiphoto
Jibiphoto
Proyek Hambalang

Mahmudi Restyanto

JAKARTA--Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menuding mantan Ketua Komisi X DPR Mahyudin NS terlibat dalam kasus korupsi proyek Hambalang.

Tudingan ini diungkapkan Nazar usai diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (7/11) malam.

Suami dari Neneng Sri Wahyuni itu mengklaim bahwa Mahyudin adalah anggota DPR yang paling bertanggung jawab dalam kasus korupsi anggaran proyek sarana dan prasarana Sekolah Olahraga Nasional (SON) yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, bernilai Rp2,5 triliun.

"Di komisi X yang paling bertanggung jawab Pak Mahyudin, karena anggaran Hambalang sengaja disimpan dan tidak dibahas di komisi itu. Hanya ditandatangai Mahyudin dengan pimpinan yang lain. Dia yang mengamankan," ujarnya usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta.

Tidak hanya bertanggung jawab, Nazar menyebut Mahyudin juga menerima suap Rp10 miliar dari PT Adhi Karya. Alhasil, Nazar kecewa kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat melakukan audit investigatif kasus dugaan korupsi sarana dan prasarana Hambalang.

"Rp10 miliar buat Mahyudin. Dia yang mengamankan anggaran Hambalang. Sebenarnya semua sudah lengkap. Ini BPK diintervensi, mungkin ketua KPK lupa doa," pungkasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Nazar juga menjelaskan bahwa Mahyudin pernah melakukan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Mallarangeng untuk memuluskan proyek ini.

Dalam pertemuan tersebut, kata Nazar, Angelina Sondakh turut hadir. Adapun dilakukannya pertemuan itu atas perintah dari Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. (JIBI/aw)

Editor: Andhina Wulandari

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR