facebook twitter rss

PETA INDONESIA: Tak Semua Orang Indonesia Tahu Wilayah NKRI

Saeno Selasa, 27/11/2012 17:51 WIB
Ilustrasi-Peta Indonesia terbuat dari kain batik/Antara/Yudhi Mahatma
Yudhi Mahatma
Ilustrasi-Peta Indonesia terbuat dari kain batik/Antara

Rahmayulis Saleh

JAKARTA - Ini bisa jadi kabar sekaligus fakta yang memprihatinkan.  

Di saat wilayah Indonesia sudah mengalami perubahan, disinyalir tak banyak masyarakat yang mengetahui wilayah NKRI secara utuh.

Demikian juga dengan para pelajar.

"Untuk itu, pemerintah melalui kementerian terkait, perlu menyebarkan peta NKRI yang baru ke sekolah dan pesantren di seluruh Indonesia," kata Sesmenko Kesra Indroyono Susilo, Selasa (27/11).

Dia mengatakan minimal setiap sekolah ada satu peta terbaru. Tapi kalau bisa setiap kelas ada petanya.

"Jangan lagi ada peta yang sobek seperti dalam film Laskar Pelangi," ujarnya usai Rakor Kesra tingkat menteri mengenai Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Pembangunan Nasional dan Kesejahteraan Rakyat.

Indroyono menuturkan sudah waktunya para pelajar melek peta. Setidaknya peta yang melingkupi wilayah di mana mereka tinggal. Karena itu penyebaran peta di sekolah-sekolah cukup penting.

Dia menjelaskan dalam rakor tersebut dibahas pemanfaatan peta untuk kesejahteraan rakyat. Misalnya, Kementerian Kesehatan yang lebih mengetahui bagaimana situasi dan keberadaan Puskesmas di Indonesia. Kementerian Agama yang paham berapa jumlah pesantren di negeri ini, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tahu tentang penyebaran sekolah di Indonesia.

"Seluruh data tersebut nantinya diserahkan kepada Badan Informasi Geospasial, untuk dibuatkan peta secara tematik, dan bisa dengan mudah dipahami masyarakat," ungkap Indroyono.

Asep Karsidi, Kepala BIG, setuju bila peta Indonesia disebarkan di sekolah. Menurut dia, melalui peta masyarakat menjadi lebih mengetahui jati diri bangsanya.

"Coba ingat, kapan terakhir kali Anda melihat peta NKRI? Paling-paling sewaktu sekolah, itu pun hanya peta secara umum yang hanya ada warna birunya. Padahal wilayah NKRI ini sudah berkembang luas," ujarnya.

Dia menuturkan sesuai dengan UU no. 4/2011 tentang Informasi Geospasial, BIG mengatur penyelenggaraan informasi geospasial di Indonesia. UU ini menjamin ketersediaan dan kemudahan akses IG yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Lembaga BIG tidak hanya mengkoordinasikan kegiatan survei dan pemetaan untuk menghasilkan peta saja, tapi juga dituntut menghasilkan Peta sebagai sumber informasi geospasial yang dapat dimanfaatkan secara maksimal," katanya.

Jadi, lanjutnya, program pembangunan nasional bisa direncanakan dan dilaksanakan secara tepat lokasi, dan tepat sasaran.

Dia menjelaskan peta merupakan sarana untuk merencanakan pembangunan di segala sektor, termasuk pembangunan di bidang peningkatan kesejahteraan rakyat.

Selain menghasilkan peta biasa, menurut Asep, BIG juga sudah banyak menghasilkan peta untuk tuna netra. (Kabar24/sae)

Editor: Saeno

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR