facebook twitter rss

KURIKULUM 2013: Kurikulum Baru Ya Buku Baru Kata Mendikbud

Eries Adlin Selasa, 11/12/2012 19:50 WIB
Mendikbud M. Nuh/Jibiphoto
Jibiphoto
Mendikbud M. Nuh

Newswire

KURIKULUM 2012:  Kurikulum Baru Ya Buku Baru Kata Mendikbud

JAKARTA: Pada tahun ajaran 2013, kurikulum baru akan mulai diterapkan oleh pemerintah mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Sejalan dengan kebijakan tersebut, maka buku pelajaran yang digunakan akan mengalami perubahan.

Dalam wawancara yang ditampilkan laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, www.kemendiknas.go.id, Mendikbud M. Nuh mengungkapkan kepastian tentang perubahan buku yang digunakan sesuai dengan kurikulum baru tersebut.

Berikut ini hasil wawancara dengan Menteri M. Nuh terkait dengan persoalan buku:

Tanya: Apakah bukunya berubah?

Mendikbud : Konsekuensi bukunya berubah. Apa tidak boleh mengadakan buku? Ya tentu harus! Asalnya yang penting: Pertama, jangan dibebankan kepasa siswa atau orang tua siswa.

Kedua, di dalam pelaksanaannya pengadaan buku harus bisa dipertanggungjawabkan, transparan saja. Buku masternya kita siapkan, jadi bisa diuji isinya benar atau salah. Kemudian kita tender-kan, terbuka. Dan siapapun bisa mengawasi.

Dananya bisa dari dana alokasi khusus (DAK), yang memang tiap tahun ada DAK pengadaan buku. Dan juga dari anggaran kita sendiri. Estimasinya kita belum tahu. Berapapun anggarannya, mau Rp100 miliar 100 triliun, asal bisa dipertanggungjawabkan tidak masalah.

Tanya: Bagaimana tentang uji publik kurikulum 2013 ini?

Mendikbud : Ini sesuatu yang baru, uji publik kurikulum. Sebelumnya tidak pernah ada uji publik. Jadi ini kita lempar ke publik. Tujuannya apa? pertama supaya publik tahu akan ada kurikulum baru, kedua publik dapat berpartisipasi sehingga ada rasa memiliki atau self-belonging.

Dalam partisipasi ini siapa saja boleh memberi pandangan. Oleh karena itu paling gampang kita masukkan dalam web kita http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id.

Uji publik jalan terus ini. Secara umum tidak ada itu yang menolak. Rata-rata menyambut baik. Tujuan uji publik itu kan untuk penyempurnaan. Makanya bahannya kita upload, supaya publik mempelajari terlebih dahulu. Kalau ada yang komentar mata pelajaran kita kurang fokus, coba pelajari dahulu.

Waktu uji publik yang 3 minggu ini cukup. Tentang memilah masukan, itu teknis sekali. Akan dikelompokkan tentang kurikulum dan tentang implementasi kurikulum. Tentang kurikulum itu sendiri kan terdiri dari kompetensi lulusan, isi, proses, dan penilaian. Kira-kira dari empat itu mana yang perlu ditambahkan.

Dari masukan yang banyak tersebut, oleh tim pakar akan di-review. Tentu saja tidak semua masukan kita terima, kalau semua masukan kita terima itu berarti nggak mikir. (kemendiknas.go.id/ea)

Editor: Eries Adlin

Ikuti Kuis Tebak Skor & Juara Brasil 2014 Berhadiah Motor dan Total Uang Tunai sebesar 25 Juta Rupiah!. Klik DI SINI!.

KOMENTAR