facebook twitter rss

LOKALISASI TAMBAKASRI DIBELI WARGA: Bisnis Esek-Esek Pun Berganti Usaha Umum

Saeno Senin, 17/12/2012 18:24 WIB
Ilustrasi-Penutupan lokalisasi Tambaksar, Surabaya/Antara
Antara
Ilustrasi-Penutupan lokalisasi Tambaksar, Surabaya

Newswire

SURABAYA - Tambakasri, nama lokalisasi di Surabaya kini beralih fungsi.

Aset yang semula milik seorang mucikari itu sudah beralih tangan dan diubah menjadi pemukiman rumah tangga dan usaha umum.

Proses alih fungsi aset itu terjadi setelah lahan dimaksud dibeli oleh seorang warga yang tercatat sebagai anggota ormas keagamaan Muhammadiyah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin pun berencana berkunjung ke sana.

"Kebetulan ada warga Muhammadiyah yang membeli aset milik mucikari di lokalisasi. Sekarang sudah tutup dan dibeli untuk kegiatan rumah tangga dan usaha. Pak Din akan datang sebagai bentuk apresiasi," ujar Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Krembangan, M. Arif`an, di Surabaya, Senin (17/12).

Ia mengatakan, sebelum ini sudah banyak warga maupun lembaga Muhammadiyah membeli aset yang dulunya menjadi tempat prostitusi.

Wilayah itu diubah menjadi fasilitas umum, seperti masjid, panti asuhan, sekolah dan badan amal usaha lain, ujarnya.

"Jika ditotal, maka sudah lebih dari 50 unit aset yang sekarang dimiliki warga, dan digunakan kegiatan positif. Perkembangannya sangat baik, dan masyarakat menyambutnya," ujarnya.

Din Syamsuddin menjadwalkan datang ke kawasan alih fungsi di Tambak Asri pada 18 Desember 2012 untuk berdialog dengan warga, termasuk sejumlah pekerja seks komersial sembari mengajak mereka segera meninggalkan pekerjaannya dan mencari penghasilan halal.

Selain itu, Din dijadwalkan ke lokalisasi Bangun Sari yang berada tidak jauh dari Tambak Asri menggunakan kereta kelinci.

"Rombongan juga akan meninjau SD Muhammadiyah 11 yang berada di kawasan kompleks lokalisasi Bangun Sari," katanya.

Pihaknya berharap, kehadiran Din Syamsuddin ke kawasan itu akan mampu menyadarkan para PSK, dan mereka bersedia meninggalkan pekerjaannya.

"Ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya yang gencar menutup sejumlah wisma dan lokalisasi di Surabaya dan Jawa Timur," katanya.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid, mengemukakan bahwa Din Syamsuddin juga akan mengunjungi dua lokalisasi di Kecamatan Krembangan.

"Ini sebagai salah satu bentuk gerakan dakwah Muhammadiyah kepada masyarakat. Bagi Muhammadiyah, dakwah ke lokalisasi sudah sering dilakukan dan sebagai wujud nyata menegakkan ajaran Agama Islam," katanya. (Antara/sae)

Editor: Saeno

KOMENTAR