facebook twitter rss

KURIKULUM 2013: Bahasa Daerah Masuk Dalam Kolom Seni Budaya dan Prakarya

Saeno Minggu, 06/01/2013 20:55 WIB
Mendikbud M. Nuh/Jibiphoto
Jibiphoto
Mendikbud M. Nuh

Newswire

Mendikbud M. Nuh

JAMBI - Mendikbud Muhammad Nuh meminta tak ada lagi yang mengkhawatirkan eksistensi pelajaran bahasa daerah pada Kurikulum 2013.

Menurut M Nuh, mata pelajaran bahasa daerah masih tetap ada dalam kurikulum 2013. Sementara masalah pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing daerah.

"Saya tegaskan bahwa mata pelajaran bahasa daerah tetap ada sehingga tidak perlu dikhawatirkan," kata Nuh kepada pers, Minggu (6/1).

Mendikbud Nuh berada di Jambi dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari.

Dikatakan bahwa bahasa daerah tetap ada yakni di kolom kurikulum seni budaya dan prakarya.

Bahasa daerah dan kelompok muatan lokal lainnya tetap terbuka untuk dimasukkan ke kurikulum.

Mata pelajaran bahasa daerah, lanjut Nuh, tetap sejajar dengan mata pelajaran yang lain. Kemdikbud akan menyampaikannya ke publik setelah uji publik terumuskan.

Diakui Nuh, masih banyak pihak yang belum mengetahui bahwa bahasa daerah tetap ada sehingga menimbulkan polemik di masyarakat.

"Sekarang banyak yang protes, karena mereka belum jelas mengenai kurikulum baru ini. Kemdikbud akan menyampaikannya ke publik," kata Nuh.

Pelajaran bahasa daerah, katanya, disesuaikan pada daerah masing-masing seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan bahasa Jawa.

Demikian juga di Sumatera Utara bisa menggunakan bahasa lokal setempat walau setiap provinsi memiliki banyak etnis yang berbeda. (Antara/sae)

Editor: Saeno

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

KOMENTAR