facebook twitter rss

PENGAKUAN MAHARANY: Tak Ada Hubungan Seksual Kok

Eries Adlin Rabu, 06/02/2013 17:22 WIB
Maharany setelah penyergapan  KPK terhadap tersangka Ahmad Fathanah/Antara
Antara
Maharany setelah penyergapan KPK terhadap tersangka Ahmad Fathanah

Sutan Eries Adlin

PENGAKUAN MAHARANY: Tak Ada Hubungan Seks Kok

 JAKARTA: Maharany, perempuan yang ikut ditangkap petugas KPK saat menyergap Ahmad Fathanah, membantah dirinya melakukan hubungan seks dengan tersangka suap impor daging sapi itu.

Maharany menjelaskan bahwa dia dan Ahmad Fathanah disergap di kafe Hotel Le Meridien, bukan tertangkap di dalam kamar hotel.

"Tidak benar di kamar. Tetapi di lobi, di kafe hotel," papar Maharany yang mengenakan kerudung dalam jumpa pers di Hotel Nalendra, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (5/2) seperti ditayangkan beberapa stasiun televisi nasional.

Sebelumnya beredar kabar bahwa Ahmad Fathanah tertangkap tangan oleh KPK di kamar hotel Le Meridien bersama perempuan yang disebut-sebut sebagai Maharany.

"Saya terpukul kok dikaitkan seperti itu. Saya tidak terima," ujar perempuan yang masih kuliah itu.

Meski begitu, Maharani meminta maaf kepada keluarga, kampus, dan masyarakat. “Rani minta maaf kepada seluruh kaum perempuan, apabila pemberitaan negatif Rani merendahkan perempuan."

KASUS LUTFHI

Sementara itu, tim kuasa hukum tersangka dalam kasus pengurusan kuota impor daging di Kementerian Pertanian Luthfi Hasan Ishaaq menemui kliennya.

"Belum tahu sama sekali, ini kesempatan kami untuk menggali dari klien hubungan dia dengan Fathanah," kata M Assegaf di gedung KPK Jakarta, Senin.

Mantan Presiden PKS  itu sejak Kamis (31/1) ditahan di rumah tahanan Jakarta Timur cabang Komisi Pemberantasan Korupsi di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Guntur Kodam Jaya menyusul ditangkapnya orang dekat Luthfi yaitu Ahmad Fathanah di hotel Le Meredien karena menerima uang Rp1 miliar sebagai suap dari direktur PT Indoguna Utama yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

"Apakah yang diberitakan media massa itu benar atau tidak, itu yang akan kami lontarkan kepada dia," tambah Assegaf seperti ditulis Antara.

Assegaf mengaku bahwa sejak Lutfhi ditahan, ia baru menemui Luthfi sebanyak 2 kali. "Jadi kami bertemu Pak Luthfi pada saat ditahan, kami dampingi sampai pagi," tambah Assegaf.

Ia juga kembali mempertanyakan mengenai penetapan Lutfhi yang sebagai tersangka dan langsung ditahan. "Cuma pertanyaan kami berulang-ulang kenapa secepat itu seseorang ditetapkan sebagai tersangka, secepat itu pula ditahan, jawaban KPK selalu klasik, hak subjektif," ungkap Assegaf.

Selain Luthfi, KPK juga telah menetapkan 3 tersangka lain yaitu Ahmad Fathanah, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

Juard, Arya dan Ahmad Fathanah ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa (29/1) malam.

Juard dan Arya ditangkap KPK pada Selasa (29/1) di rumah Arya pada pukul 22.30 WIB di Cakung pasca menyerahkan uang senilai Rp1 miliar kepada Ahmad Fathanah di gedung PT Indoguna Utama, sedangkan Ahmad Fathanah ditangkap KPK di hotel Le Meredien Jakarta pada pukul 20.20 WIB bersama dengan seorang perempuan bernama Maharani, keempatnya kemudian dibawa ke gedung KPK. (Kabar24/ea)

Editor: Eries Adlin

KOMENTAR