facebook twitter rss

KONFLIK BERSENJATA DI SABAH: Kepolisian Antisipasi Eksodus TKI

Saeno Selasa, 05/03/2013 11:50 WIB
Ilustrasi-TKI di Pelabuhan Internasional Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Timur/Antara
Antara
Ilustrasi-TKI di Pelabuhan Internasional Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Timur

 Newswire

NUNUKAN - Konflik bersenjata di Sabah membuat para pekerja asal Indonesia harus mengungsi. Bukan mustahil, para TKI itu pun akan mengungsi atau pulang ke Indonesia melalui pintu keimigrasian terdekat.

Terkait hal itu, Kepolisian Resort Nunukan, Kalimantan Timur, tetap melakukan antisipasi eksodus TKI dari konflik di Lahad Datu Negeri, Sabah, Malaysia.

Demikian dikatakan Kepala Kesatuan Polisi Pengamanan Pelabuhan, KPPP, Tunon Taka Kabupaten Nunukan AKP Sumarwanta di Nunukan, Selasa (5/3).

Seperti diketahui, konflik bersenjata di Sabah terjadi antara kelompok bersenjata Kesultanan Sulu Filipina Selatan dan Pemerintah Malaysia.

Menurut Sumarwanta, antisipasi dilakukan Kepolisian jika terjadi lonjakan TKI yang kembali ke kampung halamannya melalui Nunukan.

Hal ini, kata dia, telah dirapatkan dengan seluruh instansi terkait yakni Kesyahbadaran, bea cukai, PT Pelindo IV Cabang Nunukan, di Mapolres Nunukan, Senin (4/3).

Pertemuan membahas langkah-langkah yang akan dilakukan apabila terjadi pemulangan TKI dari Sabah. Juga dibahas dampak kontak senjata di Sabah.

Menurut Sumarwanta, berdasar informasi terakhir dari Sabah, TKI yang diungsikan berjumlah sekitar 600 orang. Mereka tetap mendapatkan gaji dari majikannya walaupun tidak bekerja hampir satu bulan.

Walau hal itu bisa menjadi dasar bagi para TKI untuk bertahan di pengungsian, instansi terkait di Kabupaten Nunukan tetap melakukan persiapan jika suatu saat terjadi pemulangan TKI secara besar-besaran.  

"Kita tetap melakukan langkah antisipasi dengan menyediakan tempat untuk menampung TKI yang pulang," sebutnya. (Antara/sae)

Editor: Saeno

KOMENTAR