facebook twitter rss

QUICK COUNT PILKADA BALI: Hasil Pilgub Dinilai Rawan Digugat ke MK

Saeno Rabu, 15/05/2013 17:03 WIB
Ilustrasi/Jibiphoto
Jibiphoto
Ilustrasi

John Andhi Oktaveri

KABAR24.COM, JAKARTA -- Hasil akhir pemilihan gubernur dan wakil gubernur Bali yang berlangsung ketat rawan memicu munculnya sengketa.

Sengketa tersebut dapat berujung pada diajukannya gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Ketatnya perolehan suara bisa ditengarai dari margin error perolehan suara berdasar metode hitung cepat antara kedua calon gubenur yang sama-sama berasal dari petahana tersebut tidak sampai 1%.

Demikian dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Poll-Tracking, Hanta Yudha mengomentari raihan suara antara pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta dan AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan.

Menurut Hanta, dari hasil penghitungan suara sementara, rata-rata margin error yang diperoleh berkisar pada 0,5% sehingga belum bisa mengatakan siapa pemenang dari hasil pemungutan suara tersebut.

“Hasil ini rawan terhadap gugatan ke Mahkamah Konstitusi meski kita tidak mengharapkannya,” ujar Hanta, Rabu (15/5) terkait pemilihan kepala daerah yang berlangsung sangat ketat tersebut.

Pada tahap awal penghitungan suara calon gubenur Mangku Pastika terlihat memimpin hingga menyentuh 51%. Namun beberapa saat kemudian posisi Puspayoga terus menguat hingga berhasil mengalahkan Mangku Pastika dengan margin erro sangat tipis 0,4%, menurut satu penghitungan suara sementara.

“Margin error yang dibawah 1% ini belum bisa dijadikan rujukan untuk menentukan kemenangan. Kita harus bersabar menunggu penghitungan riil di KPUD,” ujar Hanta.

Terkait kondisi itu, Hanta mengingatkan agar tim sukses kedua calon gubernur benar-benar mengontrol penghitungan suara resmi di KPUD.

Selain itu, kedua tim juga harus mengontrol diri untuk tidak terlibat pada klaim sepihak yang bisa memicu gangguan keamanan.

Berdasarkan penghitungan cepat versi Saiful Mujani Research & Consulting, pasangan nomor urut 1 Anak Agung Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan unggul tipis dengan perolehan suara 50,26%. Sementara pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta memperoleh suara 49,74%.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menilai raihan suara Puspayoga tidak terlepas dari mesin partai PDIP yang bekerja dengan baik.

Menurutnya, dari berbagai Pilkada selama ini kekuatan figur biasanya lebih menonjol daripada kekuatan mesin partai untuk memenangkan seorang kandidat.

“Namun di Bali terbukti bahwa persepsi publik tersebut salah dan Puspayoga bisa bersaing ketat dengan Mangku Pastika,” ujar Yunarto.

Yunarto juga mengaku tidak heran dengan hasil yang imbang tersebut karena sejak awal sejumlah lembaga survei sudah memprediksi demikian, selain keduanya sama-sama mempunyai kekuatan yang berimbang.(JIBI/sae)

 

Editor: Saeno

KOMENTAR