facebook twitter rss

BLSM 2013: Di Indonesia Mendapat Caci Maki

Nancy Junita Jum'at, 07/06/2013 10:25 WIB
Andi Arief/Antara
Antara
Andi Arief

Newswire

KABAR24.COM, JAKARTA— Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief menyoroti para pengkritik program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat.

Menurut dia beberapa pengamat, pimpinan parpol, pimpinan ormas keagamaan berpikir terlalu politis, penuh prasangka terhadap perubahan pola subsidi dari barang ke orang atau Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sejenisnya.

Ini berbeda dengan era gerakan tahun 1990-an, dimana ada kesepakatan tidak tertulis, “Jangan Ganggu Program Pemerintah yang Menguntungkan Rakyat”.

Andi Arief tidak habis pikir dengan para pengkritik BLSM  ini, karena program sejenis BLT itu telah berhasil mengurangi penduduk miskin di beberapa negara Amerika Latin, dan secara insidental mampu keluar dari tekanan ekonomi yang berat.

“Pengurangan kemiskinan di amerika latin dengan model BLT yakni The National Bolsa Escola Programme di Brazil, The Programme for The Eradication of Child Labour juga di Brazil, The Fammilies in Action Programme di Colombia, The Social Protection Network di Nicaragua dan The Oportunidades Programme di Mexico,” ungkap Andi Arief di Jakarta, Jumat (7/5) pagi.

Ia menunjuk contoh, di Asia  Selain Filipina dan Kamboja, kini  Malaysia juga menempuh jalan BLT berupa  Bantuan Rakyat 1 Malaysia (BRIM) untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Yang menakjubkan, lanjut aktivis pergerakan itu, BLT terbesar di dunia diberlakukan  1 Januari 2013 dari 420 penduduk miskin di India, 200 juta penduduknya akan terima BLT pengganti subsidi Bahan bakar dan Pangan.

“Selain terinspirasi Brasil, cara ini dipandang memutus rantai korupsi birokrasi,” kata Andi Arief.

Andi Arief juga menyebutkan, di Hong Kong pada 2011, pemerintahnya juga membantu warga dengan memberikan subsidi listrik, meningkatkan tunjangan kesejahteraan dan membagikan bantuan langsung tunai  bagi setiap penduduk.

Sementara di Australia saat dibawah Perdana Menteri (PM) Kevin Rudd  juga ada bantuan langsung tunai (BLT) kepada para pensiunan, keluarga berpendapatan menengah ke bawah, calon pembeli rumah dan lainnya  awal Desember 2008.

“Negara-negara seperti Saudi Arabia, Oman, Mesir, Afrika Selatan bahkan negara-negara Eropa baik insidental (tekanan minyak dunia, krisis pangan) maupun permanen menempuh cara BLT sebagai jawaban,” ujar Andi Arief.

Menurut Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial itu, hanya di Indonesia jalan BLT atau BLSM mendapat cacian tanpa pernah ada bukti kuat bahwa BLT membuat masyarakat miskin manja, pemalas, dan pasti memilih partai berkuasa. (Antara/nj)

 

 

Editor: Nancy Junita

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.

KOMENTAR