facebook twitter rss

PERSIDANGAN KASUS CEBONGAN

Pengacara Sebut 5 Terdakwa Tak Ikut Rencanakan Serang Lapas Cebongan

Newswire Senin, 24/06/2013 14:33 WIB
Ilustrasi-Lapas Cebongan/Jibiphoto
Jibiphoto
Ilustrasi-Lapas Cebongan

KABAR24.COM, YOGYAKARTA--Penasehat hukum 5 terdakwa kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, membantah tuduhan Oditur Militer kepada para kliennya.

Pembela kelima terdakwa kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Kabupaten Sleman, yang disidang dalam berkas dua menolak dakwaan Oditur Militer yang menyebutkan bahwa mereka turut dalam penyerangan dan bersama-sama menganiaya sipir serta perusakan.

"Kami juga menilai dakwaan Oditur Militer kabur karena tidak menyebutkan peran masing-masing terdakwa dalam perencanaan penyerangan atau pembunuhan," kata anggota Tim Penasehat Hukum lima terdakwa Letkol CHK Yaya Supriyadi dalam nota pembelaan pada sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Senin (24/6).

Menurut dia, para terdakwa juga tidak melakukan penganiayaan petugas lapas dan perusakan CCTV maupun monitor serta ruang kalapas dan ruang senjata secara bersama-sama.

"Perbuatan tersebut dilakukan para terdakwa secara sendiri-sendiri," katanya.

Yaya mengatakan, para terdakwa juga tidak turut membantu saksi 10 Sersan Dua Ucok Tigor Simbolon (terdakwa eksekutor yang disidang terpisah dalam berkas satu) merencanakan penyerangan Lapas Cebongan karena hanya diajak pergi ke Yogyakarta.

Mereka diajak untuk mencari preman kelompok Marcel yang membacok Sertu Sriyono yang ternyata ada kaitan dengan kelompok Dicky Cs, tersangka pembunuhan anggota Kopassus Serka Heru Santosa di Hugos Cafe.

"Oditur Militer juga tidak merinci dengan jelas apa yang dimaksud dengan membantu merencanakan pembunuhan berencana," kata Yaya.

Ia mengatakan, berdasarkan fakta-fakta tersebut maka dakwaan dari Oditur Militer tidak lengkap dan kabur.

"Karena itu kami meminta Majelis Hakim untuk menyatakan dakwaan tidak dapat diterima dan menolak seluruh isi dakwaan," katanya.

Sebelumnya, Oditur Militer menjerat lima terdakwa yakni Sertu Tri Juwanto, Sertu Anjar Rahmanto, Sertu Martinus Roberto Paulus, Sertu Suprapto dan Sertu Erman Siswoyo dengan pasal berlapis selain dijerat dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Mereka dikenai tuntutan Subsidair pasal 338 KUHP jo Pasal 55 dan lebih Subsidair pasal 351 (1) jo ayat 3 KUHP jo Pasal 55 serta dikenai tuntuan berlapis pasal 170 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.

Atas pembelaan tim kuasa hukum terdakwa tersebut Majelis Hakim yang diketuai Letkol Chk (K) Faridah Faisal, Mayor Laut KH Hari Aji S, dan Mayor Sus M. Idris menunda sidang hingga Rabu (26/6) guna memberikan kesempatan Oditur Militer memberikan tanggapan atas pembelaan kuasa hukum terdakwa. (Antara)

Editor: Saeno

KOMENTAR